Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
3
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
4
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
4 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
5
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
6
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Menpora Erick Bicara Soal Perawatan TPCI Terbaik di Asia Tenggara

Menpora Erick Bicara Soal Perawatan TPCI Terbaik di Asia Tenggara
Lapangan sepakbola dan lintasan atletik PTCI. (Kemenpora)
Minggu, 15 Februari 2026 15:39 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KARANGANYAR - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora  RI) Erick Thohir, berharap adanya terobosan terkait mekanisme administrasi untuk perawatan fasilitas Paralympic Training Center Indonesia (TPCI) di Karanganyar, Jawa Tengah, yang telah menyelesaikan pembangunan tahap pertama.

"Saya berharap juga nanti setelah fasilitas ini terlengkapi juga kondisinya tetap terawat. Untuk itu perlu adanya terobosan mekanisme administrasi agar jangan sampai perawatan ini yang telah ada kerjasama dengan swasta tapi pendanaannya mandeg atau tidak bisa," kata Menpora Erick saat kunjungan ke Paralympic Training Center Indonesia, Sabtu (14/2/2026) kemarin.

Paralympic Training Center berlokasi di kaki Gunung Lawu, tepatnya tidak jauh dari kawasan Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri di Desa Delingan, Karanganyar. Pembangunannya dilaksanakan sejak Desember 2023 dan tuntas pada Desember 2024.

Pusat pelatihan olahraga ini dibangun di atas lahan seluas 80.262 m2 dengan total luas bangunan 34.346 m2 yang terdiri dari GOR 1 seluas 17.482 m2 dan Gedung Asrama seluas 16.864 m2. Gedung Asrama terdiri 2 tower rumah susun setinggi empat lantai dengan kapasitas 188 kamar yang dapat menampung 392 atlet.

Kemenpora saat ini telah bekerjasama dengan Kemendagri terkait pemanfaatan fasilitas-fasilitas olahraga yang dibangun pemerintah pusat dan daerah, agar bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

"Komersialisasi itu boleh terbuka selama dipergunakan untuk prioritas perawatan aset tersebut. Sudah banyak pemerintah membangun fasilitas olahraga tapi pas perawatan tidak lancar ini yang perlu diperhatikan, untuk itu harus ada introspeksi diri," urainya lagi.

Ia pun menekankan fleksibilitas ini harus terus didorong sehingga aset-aset yang dibangun pemerintah daerah dan pemerintah pusat yang diserahkan kepada NPC dan organisasi olahraga lainnya bisa terus terawat dan terjaga sesuai payung hukum yang ada.

"Insha Allah Kemenpora akan membantu juga untuk biaya perawatan dengan sistem hibah. Semoga bisa berjalan dan aset yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara ini bisa terus menjadi yang terbaik," pungkasnya. ***

wwwwww