Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
9 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Home  /  Berita  /  Kampus

Lawan Premanisme di Fase VII, Andre Rosiade Beri Waktu 3 Hari Sebelum Lapor Kapolda

Lawan Premanisme di Fase VII, Andre Rosiade Beri Waktu 3 Hari Sebelum Lapor Kapolda
Pasar Raya Padang (net)
Senin, 09 Februari 2026 05:00 WIB

PADANG – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade melontarkan peringatan keras kepada oknum yang dijuluki sebagai 'tuan takur' atau pelaku premanisme di kawasan Fase VII Pasar Raya Padang. Andre menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik pemalakan yang menyengsarakan pedagang kecil.

Pernyataan tegas ini disampaikan Andre dalam acara HUT ke-18 Partai Gerindra di Kantor DPD Gerindra Sumatra Barat, Minggu (8/2/2026). Ia memberikan ultimatum selama 3 x 24 jam bagi para oknum tersebut untuk menghentikan seluruh aktivitas pungutan liar (pungli).

"Jangan ada lagi yang mengganggu pedagang di Pasar Raya Padang, termasuk di Fase VII. Pasar ini dibangun untuk rakyat, bukan untuk preman atau tuan takur," ujar Andre.

Andre mengungkapkan kekecewaannya lantaran fasilitas publik yang diperjuangkannya melalui dana APBN justru dijadikan lahan "pekerjaan kotor" oleh pihak-pihak yang merasa berkuasa. Jika dalam tenggat waktu yang diberikan praktik premanisme masih terjadi, ia memastikan akan berkoordinasi langsung dengan Kapolda Sumatera Barat, Gatot Tri Suryanta.

"Kami menerima laporan ada pihak yang merasa berkuasa, bahkan menentukan siapa yang boleh menempati kios. Padahal pasar ini untuk pedagang yang berhak. Praktik seperti ini harus segera dihentikan," tegasnya.

Selain masalah pasar, Andre juga menyinggung upayanya melegalkan tambang rakyat di wilayah Pasaman, Sijunjung, dan Solok Selatan agar masyarakat memiliki kepastian hukum. Ia juga mengumumkan rencana peninjauan lapangan terkait pengembangan commuter line di Kota Padang pada 18 Februari 2026 mendatang yang akan menghubungkan jalur Indarung hingga Lubuk Buaya.

Politisi Gerindra ini berkomitmen untuk terus mengawal perlindungan pedagang dan menciptakan rasa aman bagi warga Sumatera Barat dari segala bentuk intimidasi.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Kampus, Binawidya
wwwwww