Klaim Satu Juta Lapangan Kerja MBG, Prabowo Sebut Angka Keracunan Hanya 0,008 Persen
![]() |
| Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan arahannya di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). |
BOGOR – Presiden RI, Prabowo Subianto pasang badan menghadapi kritik terkait insiden keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di hadapan ribuan pejabat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, ia membandingkan risiko tersebut dengan layanan di tempat mewah.
Prabowo menegaskan bahwa meski ada kendala di lapangan, secara statistik program ini tetap berjalan di jalur yang benar. Ia menepis ramalan kegagalan yang sempat dilontarkan berbagai pihak saat program ini baru dicanangkan.
"Sekian ribu keracunan, kita makan di restoran mahal di Jakarta saja ada keracunan. Kalau kita jumlah berapa miliar makanan yang sudah kita bagi, statistik keracunan hanya 0,008 persen. Artinya, 99,99 persen usaha MBG harus dinyatakan berhasil," tegasnya di Sentul International Convention Center (SICC), Senin (2/2/2026).
Selain urusan gizi, Prabowo menonjolkan sisi ekonomi dari program mercusuarnya ini. Sejak bergulir secara bertahap pada Januari tahun lalu, MBG diklaim telah menyerap satu juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.
Ia menyindir pihak-pihak yang hanya bisa mencela tanpa memberikan solusi nyata bagi pengangguran. Prabowo menekankan bahwa aksi nyata lebih penting daripada sekadar retorika politik.
"Kalau kita teriak-teriak, mencela, menghardik, tidak akan tercipta pekerjaan. Saya buktikan, sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menghasilkan satu juta lapangan kerja hanya dari MBG," tambahnya.
Hingga saat ini, sebanyak 60 juta warga telah merasakan manfaat dari program ini melalui dukungan 22.275 dapur operasional atau Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG). Pemerintah menargetkan jangkauan penerima manfaat akan melonjak hingga 82 juta orang pada Desember 2026.
Ekspansi besar-besaran ini diprediksi akan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mampu menciptakan hingga lima juta lapangan kerja di masa depan. Prabowo optimistis, operasional dapur yang masif akan terus menekan angka pengangguran sekaligus memperbaiki kualitas gizi generasi muda Indonesia.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Balai Kota, Parlemen |







