Aroma Busir di Balik Mobil Box: 445 Kulit Piton dan Kura-Kura Afrika Gagal Menyeberang ke Jawa
![]() |
| Upaya penyelundupan satwa dilindungi dan bagian tubuh satwa melalui jalur penyeberangan Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, berhasil digagalkan. |
BANDAR LAMPUNG – Taktik penyelundup satwa untuk mengelabui petugas di Pelabuhan Bakauheni kembali kandas. Kali ini, Tim Satgas BKO TNI AL Lanal Lampung berhasil membongkar upaya pengiriman ilegal 445 lembar kulit ular piton dan puluhan kura-kura yang disembunyikan di balik kedok mobil ekspedisi resmi.
Aksi ilegal ini terendus pada Rabu malam (28/1/2026), saat petugas mencurigai sebuah mobil Colt Diesel Boxbernomor polisi B 9632 FFX yang dikemudikan pria berinisial A. Meski tampilan luar kendaraan menyerupai armada pengangkut paket perusahaan ekspedisi besar, insting petugas mencium ada yang tidak beres dari aroma yang keluar dari bak mobil.
"Petugas menilai muatan berupa kardus dan keranjang di dalam bak mobil tidak lazim, terlebih muncul aroma mencurigakan dari dalam kemasan," tulis keterangan resmi yang diterima, Kamis (29/1/2026).
Benar saja, saat penggeledahan dilakukan, petugas menemukan tiga kardus berisi ratusan lembar kulit piton siap kirim ke Surabaya. Tak hanya itu, penyelundup juga menyisipkan lima keranjang buah yang ternyata berisi 32 ekor kura-kura lokal dan Afrika dalam kondisi hidup, yang rencananya akan dipasok ke Cirebon serta Denpasar.
Komandan Lanal Lampung, Kolonel Laut (P) Krido Satriyo U, menegaskan bahwa seluruh komoditas tersebut tidak dilengkapi satu pun dokumen perizinan resmi.
“Ini adalah komitmen TNI AL dalam menjaga pelabuhan sebagai objek vital nasional serta melindungi kekayaan hayati Indonesia. Kami tidak akan memberi ruang bagi praktik perdagangan ilegal,” tegas Kolonel Krido.
Berdasarkan pengakuan sopir berinisial A, barang-barang haram tersebut dijemput dari Pekanbaru. Kini, seluruh barang bukti telah diserahkan ke Kantor Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Bakauheni untuk proses hukum dan identifikasi lebih lanjut.
Sinergi antara TNI AL dan Balai Karantina ini menjadi peringatan keras bagi jaringan mafia perdagangan satwa liar yang masih mencoba memanfaatkan jalur penyeberangan Selat Sunda sebagai perlintasan gelap.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | metrotvnews.com |
| Kategori | : | Warga Bertuah |











