Luncurkan Program Khusus Dongkrak Prestasi Pecatur Indonesia
![]() |
| GM Utut Adianto saat memberikan sambutan. (Gonews.co Group) |
Penulis: Azhari Nasution
"Program khusus ini bertujuan membuat prestasi para pecatur Indonesia semakin 'melenting' atau semakin hebat dan mampu bersaing dengan para pecatur hebat di kancah internasional," kata Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto dalam acara syukuran atas prestasi Timnas Catur Indonesia di SEA Games ke-33 Thailand 2025 di Jakarta, Sabtu (24/1/2026).
Menurut Utut, program khusus untuk Timnas Catur Indonesia memang bukan dalam uang. Nantinya para pecatur yang membela Indonesia di SEA Games akan diberikan pelatihan dan kesempatan mengikuti turnamen-turnamen berbobot di Eropa.
"Tapi itu setara dengan uang yang besar, yaitu pengiriman pemain dan pelatihan. Event di Eropa kan banyak," tuturnya.
Ada yang spesial dalam acara yang dihadiri seluruh atlet Timnas Catur Indonesia pada SEA Games ke-33 Thailand 2025. Pasalnya, PB Percasi juga menghadirkan beberapa pecatur yang menjadi pemenang pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2025.
Di hadapan Sekretaris Jenderal PB Percasi Hendri Hendratno, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi Kristianus Liem, jajaran pengurus dan Ketua Percasi Jakarta Hardiyanto Kenneth, Utut mengumumkan pihaknya mengambil tanggung jawab terkait hadiah pemenang Kejurnas Catur 2025.

Ini dilakukan Utut Adianto karena memahami beratnya perjuangan atlet dalam mencapai prestasi pada kejurnas tersebut. "Hari ini kita melaksanakan acara syukuran atas prestasi Tim SEA Games yang baru selesai. Kita juga menghargai Bapak Presiden sudah mengundang teman-teman ke Istana dan sudah memberikan hadiah. PB Percasi juga hari ini sebagai penanggung jawab apapun yang terjadi di catur, kami akhirnya membayar hadiah yang harusnya di Kejurnas kemarin sudah dibayar oleh panitia besar," kata Utut.
Utut menyambut gembira munculnya pecatur-pecatur muda berbakat yang mampu bersaing di pentas catur nasional. Menurut Utut untuk memaksimalkan bakat yang mereka miliki diperlukan konsistensi pembinaan.
"Ada Zach Alexander Tjong. Ada banyak sekali. Kenny Horasino Bach dan pemain-pemain putra-putri yang memerlukan konsistensi pembinaan dan pengiriman. Ini dua hal yang tentu makan biaya besar," ujarnya.
Utut memastikan pihaknya juga akan memanfaatkan event-event catur online untuk meningkatkan kualitas pecatur nasional dan di daerah.
Terkait performa Timnas Catur Indonesia di SEA Games 2025 yang mayoritas mempertandingkan nomor catur tradisional Thailand, Makruk. Menurut Utut kurang relevan untuk dijadikan tolak ukur.
"Terus terang, SEA Games ini kan olahraganya medalinya 8.Tapi kan yang internasional hanya 2. Sebenarnya tolok ukur untuk prestasi SEA Games menurut hemat saya nggak usah dijadiin tolok ukur.Karena namanya kan catur Thailand.yang kita juga gak ngerti namanya catur makruk. Yang paling penting dari kita, kita punya pelatihan yang sustain dipimpin oleh Susanto Megaranto dan Tirta Chandra dan ada Pak Kristianus Liem yang selalu mendampingi dan mereport itu adalah kualitas permainan," ungkapnya.
"Yang penting kualitas permainan anak-anak itu trennya meningkat.Yang mengerti itu hanya pelatih," imbuhnya.
Di sisi lain, berkaca dari kejadian di Kejurnas 2025 di Sulawesi Barat, Utut menegaskan ke depan PB Percasi akan lebih hati-hati terkait daerah yang ingin menjadi tuan rumah Kejurnas Catur.
"Terutama kita kan selalu apa-apa kita kasih di muka, dan kita selalu semuanya persaudaraan.Jadi nanti tuan rumahnya Banten, kita wanti-wanti, jadi nanti uang hadiahnya biar dipegang PB, pada penentuan kita kasih," tandasnya.
Sebagai bentuk tanggungjawab sekaligus penghargaan terhadap atlet PB Percasi memberikan hadiah uang yang menjadi hak seluruh pemenang di Kejurnas Catur 2025 termasuk hadiah untuk Tim DKI Jakarta yang keluar sebagai juara umum. ***
| Kategori | : | Gelanggang, Binawidya |







