Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Potensi Racun Tahan Panas Disorot, BPOM Awasi Ketat Susu Bayi Impor

Potensi Racun Tahan Panas Disorot, BPOM Awasi Ketat Susu Bayi Impor
Kamis, 15 Januari 2026 11:38 WIB

JAKARTA – Otoritas keamanan pangan memastikan langkah cepat menyusul temuan global terkait susu formula bayi. Badan Pengawas Obat dan Makanan mengonfirmasi dua bets produk susu bayi merek Nestlé yang ditarik di beberapa negara karena potensi cemaran toksin cereulide diketahui sempat masuk ke Indonesia.

Produk yang dimaksud adalah S-26 Promil Gold pHPro 1, formula bayi usia 0–6 bulan, dengan nomor izin edar ML 562209063696 dan nomor bets 51530017C2 serta 51540017A1. BPOM menyatakan telah menelusuri data importasi dan melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel dari dua bets tersebut.

“Hasil pengujian menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi, berada di bawah batas kuantifikasi,” demikian pernyataan BPOM dalam siaran pers, Rabu (14/1/2026).

Meski hasil uji dinyatakan aman, BPOM menegaskan pendekatan kehati-hatian tetap diterapkan mengingat produk dikonsumsi oleh kelompok rentan, yakni bayi. Karena itu, BPOM memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan sementara distribusi dan importasi produk terkait.

“Secara paralel, penarikan sukarela terhadap seluruh produk formula bayi dengan nomor bets terdampak telah dilakukan di bawah pengawasan BPOM,” lanjut keterangan tersebut.

BPOM memastikan hingga saat ini belum ada laporan kejadian sakit di Indonesia yang terkonfirmasi berkaitan dengan konsumsi produk tersebut. Pengawasan di tingkat distribusi dan ritel juga terus dilakukan untuk memastikan produk terdampak tidak lagi beredar.

Apa Itu Toksin Cereulide?

BPOM menjelaskan, cereulide adalah toksin yang dihasilkan bakteri Bacillus cereus. Racun ini bersifat tahan panas, sehingga tidak dapat dinonaktifkan melalui penyeduhan air mendidih atau pemasakan biasa. Paparan cereulide dapat menimbulkan gejala cepat—umumnya 30 menit hingga enam jam setelah konsumsi—seperti muntah hebat atau berulang, diare, serta kelesuan yang tidak biasa.

BPOM mengimbau orang tua untuk memeriksa nomor bets pada kemasan susu formula, mengikuti informasi resmi, dan segera menghentikan penggunaan bila produk termasuk dalam daftar penarikan. Otoritas menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan pangan, khususnya produk bayi, melalui pengawasan berlapis. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Balai Kota, Kesehatan
wwwwww