Inflow Waduk Naik Tajam, PLTA Koto Panjang Tegaskan Tak Perlu Buka Spillway
![]() |
| Ilustrasi: Waduk PLTA Koto Panjang, Kampar, Riau (foto: Akal Imitasi/AI) |
PEKANBARU – Manajemen PLTA Koto Panjang memastikan kondisi waduk tetap terkendali meski debit air masuk mengalami lonjakan akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu Sungai Kampar.
Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, melalui Erikmon, menyampaikan bahwa debit air masuk (inflow) ke waduk tercatat mencapai 550,95 meter kubik per detik. Sementara debit air keluar melalui turbin (outflow) berada di angka 185,45 meter kubik per detik.
“Secara teknis kondisi waduk masih aman dan pembangkit beroperasi normal,” ujar Erikmon.
Ia menjelaskan, pada pagi hari pukul 07.00 WIB di hari yang sama, elevasi waduk berada di posisi 77,22 meter di atas permukaan laut. Saat itu, debit inflow dan outflow berada di angka seimbang, masing-masing 245,13 meter kubik per detik.
Menurut Erikmon, fluktuasi debit air yang masuk ke waduk sangat dipengaruhi oleh intensitas hujan di daerah tangkapan air.
“Perubahan inflow ini wajar dan masih dalam batas yang bisa dikendalikan secara operasional,” jelasnya.
Manajemen PLTA Koto Panjang juga memaparkan batasan elevasi waduk sebagai acuan pengendalian. Level Air Rendah atau Low Water Level berada pada kisaran 73,50 hingga 80,59 mdpl. Sementara level normal (Normal Water Level) berada di rentang 80,60 hingga 82,99 mdpl. Adapun High Water Level ditetapkan mulai dari elevasi 83,00 sampai 85,00 mdpl.
Erikmon menegaskan, pintu pelimpah (spillway) tidak akan dibuka selama elevasi waduk belum melampaui ambang batas tersebut.
“Spillway baru dibuka jika elevasi melewati 83 mdpl dan inflow mencapai atau lebih dari 1.000 meter kubik per detik,” katanya.
Selain kondisi tersebut, pembukaan spillway juga dapat dilakukan melalui mekanisme early release untuk mengantisipasi lonjakan debit air berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG serta perhitungan Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW).
“Early release ini sifatnya pencegahan, bukan karena kondisi darurat,” tambahnya.
Manajemen PLTA Koto Panjang juga mengingatkan masyarakat di sepanjang aliran Sungai Kampar agar tetap waspada dan mengikuti informasi resmi terkait kondisi waduk.
“Kami mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan selalu merujuk pada pengumuman resmi,” tutup Erikmon. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Kategori | : | Warga Bertuah |









