Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Jalan Putus Diterjang Longsor, Relawan Tempuh Lima Jam Antar Bantuan ke Pagadih

Jalan Putus Diterjang Longsor, Relawan Tempuh Lima Jam Antar Bantuan ke Pagadih
Kader GP Ansor melalui Banser Tanggap Bencana (BAGANA) melakukan pendistribusian bantuan ke Nagari Pagadih, Agam, Sumatera Barat melewati jalan rusak akibat longsor dan hujan.
Senin, 15 Desember 2025 06:20 WIB

JAKARTA – Longsor dan kerusakan jalan akibat hujan deras membuat Nagari Pagadih, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terputus dari akses utama. Hingga kini, wilayah tersebut belum bisa dilalui kendaraan roda empat dan hanya dapat ditembus sepeda motor melalui jalur sempit yang rawan longsor.

Kondisi terisolasi itu terekam dalam dokumentasi warga yang beredar di media sosial. Jalur penghubung antarwilayah rusak parah, menghambat distribusi logistik dari luar daerah. Di tengah keterbatasan, warga bertahan dengan mengandalkan bantuan relawan serta solidaritas masyarakat sekitar.

Merespons situasi tersebut, GP Ansor melalui Banser Tanggap Bencana (BAGANA) menyalurkan bantuan sembako ke Nagari Pagadih. Proses pengiriman dilakukan dengan menempuh perjalanan sekitar lima jam melewati medan rusak dan berbahaya, menggunakan sepeda motor milik warga dan kader Ansor.

“Daerah ini hanya bisa diakses roda dua. Masyarakat menyambut kami dan mengucapkan terima kasih karena selama ini sangat mengandalkan bantuan dari warga,” ujar Ketua PW GP Ansor, Chaydirul Yahya.

Ia menegaskan, medan sulit tidak menyurutkan langkah relawan. Atas dasar kemanusiaan, kader Ansor tetap bergerak menuju wilayah terdampak yang terisolasi. Bantuan yang dibawa langsung diterima dan disalurkan kepada warga.

Pemerintah nagari mencatat sedikitnya 19 rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat. Selain itu, sekitar 45 rumah lainnya berada dalam kondisi terancam akibat pergerakan tanah dan retakan pada dinding.

Sekretaris Nagari Pagadih, Edo Iswara, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah disalurkan. Ia menyebut bantuan sembako sudah dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada GP Ansor. Bantuan sembako sudah sampai dan didistribusikan. Kami berharap ke depan ada bantuan lanjutan, terutama untuk rumah tidak layak huni. Ada 19 rumah rusak dan 45 rumah terancam longsor,” katanya.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat hingga Sabtu (13/12/2025), korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera mencapai 1.006 jiwa. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan pembaruan data dilakukan setelah verifikasi lanjutan berbasis kependudukan dan identifikasi ulang di lapangan.

Jumlah korban hilang tercatat menurun dari 226 menjadi 217 orang, sementara jumlah pengungsi berkurang seiring banjir yang mulai surut dan warga berangsur kembali ke rumah masing-masing. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww