Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
4 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Pengungsi Ungkap Fakta di Balik Tenda Baru BNPB: “Seminggu Kami Bertahan Sendiri, Baru Hari Ini Dipasang”

Pengungsi Ungkap Fakta di Balik Tenda Baru BNPB: “Seminggu Kami Bertahan Sendiri, Baru Hari Ini Dipasang”
Sabtu, 13 Desember 2025 07:40 WIB

ACEH TAMIANG – Di Jembatan Sungai Tamiang, tempat ratusan warga bertahan sejak banjir melanda, tenda-tenda baru berlogo BNPB tiba-tiba berjejer rapi. Pemasangan itu berlangsung hanya beberapa jam sebelum Presiden Prabowo Subianto tiba untuk meninjau kawasan terdampak.

Bagi warga yang sudah hidup sempit dan serba kekurangan selama seminggu lebih, kemunculan tenda tersebut terasa seperti babak baru—meski menyimpan cerita pahit tentang penanganan awal yang mereka nilai jauh dari cukup.

Amri, salah satu pengungsi, tak mampu menutupi keheranannya.

“BNPB ini baru dipasang, baru satu jam lalu,” katanya, Rabu (10/12/2025).

Ia menceritakan bagaimana hari-hari sebelumnya ia dan keluarganya hanya bisa menumpang di tenda milik warga lain, bercampur dengan keluarga lain dalam ruang yang tidak layak.

“Satu tenda bisa empat kepala keluarga. Tidurnya berdesak-desakan,” ujarnya.

Ketika tenda-tenda resmi akhirnya berdiri, warga untuk pertama kalinya bisa beristirahat tanpa bertumpuk. Namun kebutuhan dasar lain, seperti selimut dan air bersih, masih sangat terbatas.

“Alhamdulillah sudah ada tenda. Tapi air bersih untuk masak susah, harus tunggu mobil lewat,” keluh Amri.

Suriani, pengungsi lainnya, mengisahkan hal yang sama. Mereka membuat tenda seadanya bertahan dari dingin dan hujan sebelum ada bantuan tenda resmi.

“Yang ini (tenda BNPB) baru. Sebelumnya tenda sendiri,” ucapnya.

Dalam tenda lama yang ia tempati, tujuh kepala keluarga harus berbagi ruang. Belasan orang tidur dalam satu tenda sempit selama berhari-hari.

“Sempit sekali, tapi mau bagaimana. Itu saja yang ada,” ujarnya. 

Meski tenda BNPB akhirnya memberikan ruang lebih manusiawi, warga tak bisa menutupi rasa bahwa perhatian baru datang ketika pejabat hendak berkunjung. Mereka berharap penanganan bencana ke depan lebih cepat, bukan reaktif.

Di tengah kondisi jembatan yang kini menjadi rumah darurat ratusan warga, harapan mereka sederhana: bantuan hadir bukan karena kunjungan presiden, melainkan karena kebutuhan yang nyata. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww