Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
21 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
20 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
11 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Setelah Klaim Pemulihan, Aceh Masih Gelap: Masyarakat Harap Pemerintah Sampaikan Data Faktual

Setelah Klaim Pemulihan, Aceh Masih Gelap: Masyarakat Harap Pemerintah Sampaikan Data Faktual
Ilustrasi (foto: istimewa)
Rabu, 10 Desember 2025 17:30 WIB

BANDA ACEH – Harapan warga Aceh untuk kembali beraktivitas normal buyar setelah klaim pemulihan listrik 93 persen yang disampaikan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, tak sesuai dengan kondisi yang dirasakan masyarakat. Pemadaman bergilir masih berlangsung di berbagai wilayah, memunculkan kebingungan sekaligus kekecewaan publik.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menilai situasi ini perlu diluruskan agar tidak menambah tekanan bagi petugas di lapangan maupun warga yang terkena dampak.

“Banyak warga merasa kecewa dan berpotensi resisten bagi tenaga PLN di lapangan,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Data yang dihimpun dalam beberapa pertemuan menunjukkan suplai listrik untuk seluruh Aceh baru mencapai 60–70 persen. Di Banda Aceh, angka pemulihan bahkan berada di kisaran 35–40 persen. MTA menyebut pemulihan dapat mencapai 100 persen jika suplai dari jaringan tegangan tinggi Arun selesai tersambung hari ini atau besok.

Meski jaringan tegangan rendah sudah relatif stabil, kerusakan jaringan arus menengah menjadi tantangan terbesar. Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Timur masih berada pada level pemulihan di bawah 40 persen. Sementara itu, Lhokseumawe mencapai sekitar 75 persen, dan wilayah barat selatan berada pada kisaran 70–80 persen.

Untuk mempercepat proses perbaikan, hampir 1.000 petugas PLN dari luar daerah telah dikerahkan.

“Petugas PLN sedang bekerja ekstra dalam upaya pemulihan listrik untuk segenap masyarakat Aceh,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa informasi yang keliru berisiko menimbulkan tekanan berlebih kepada para petugas yang bekerja tanpa henti.

MTA juga menyoroti pentingnya kehati-hatian pemerintah dalam memberikan pernyataan publik di tengah bencana yang memengaruhi kondisi psikologis warga.

“Semua pihak harus sangat berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan terkait kebijakan publik,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa 93 persen wilayah Aceh akan menyala pada Minggu malam. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan Presiden ke Bireuen untuk meninjau jembatan bailey yang rusak. Namun perkembangan di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda.

Akibat ketidaksinkronan informasi tersebut, warga berharap pemerintah menyampaikan data faktual secara berkala agar tidak menambah ketidakpastian di tengah situasi pemulihan pascabencana. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Kampus, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen, Binawidya
wwwwww