Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
20 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
20 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
10 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Polemik Bantuan Beras Korban Banjir Sumatra, Kementan Ungkap Kekeliruan Penulisan

Polemik Bantuan Beras Korban Banjir Sumatra, Kementan Ungkap Kekeliruan Penulisan
Wamentan Sudaryono
Rabu, 10 Desember 2025 18:10 WIB

JAKARTA – Polemik bantuan beras untuk korban banjir dan longsor di Sumatra memantik reaksi publik setelah beredar informasi bahwa pemerintah menyalurkan beras seharga Rp60 ribu per kilogram. Isu itu dengan cepat viral dan memicu kritik warganet, hingga Wakil Menteri Pertanian Sudaryono turun langsung memberikan klarifikasi.

Ia menegaskan kabar tersebut tidak sesuai fakta karena bantuan pangan yang dimaksud dihitung per paket lima kilogram, bukan per kilogram.

“Itu ramai di medsos seolah-olah satu kilo Rp60 ribu. Itu salah, typo. Yang benar satu pack lima kilo,” kata Sudaryono saat menghadiri peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia lingkup Kementan, Rabu (10/12/2025).

Sudaryono menyebut standar bantuan beras pemerintah memang menggunakan kemasan lima kilogram untuk setiap penerima manfaat di wilayah bencana.

“Tidak mungkin kita kasih bantuan satu kilogram. Pastinya satu pack lima kilogram dengan harga Rp60 ribu. Jadi satu kilonya Rp12.500,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa kesalahan terjadi pada penulisan satuan, sedangkan struktur penganggaran dan mekanisme penyaluran tetap mengikuti aturan resmi. Menurutnya, kemasan lima kilogram juga merupakan ukuran terkecil dalam kategori beras kemasan yang umum beredar, sementara ukuran di bawahnya dijual secara curah dan tidak digunakan untuk bantuan pemerintah.

Kementan berharap klarifikasi ini dapat meredakan kebingungan publik serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyaluran bantuan yang sedang berlangsung. Melalui komunikasi yang terbuka, pemerintah ingin memastikan bahwa informasi yang beredar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah kondisi bencana. 

Di sisi lain, pemerintah pusat telah menyalurkan 1.200 ton beras bantuan untuk mempercepat pemulihan kebutuhan warga terdampak banjir dan longsor dengan total nilai mencapai Rp16 miliar.

“Hingga saat ini bantuan terus didistribusikan, dan totalnya akan mencapai 10.000 ton,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moch. Arief Cahyono, Senin (8/12). 

Arief juga mengapresiasi masyarakat yang ikut mengawasi proses distribusi, karena keterlibatan publik dinilai penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan.

“Pemerintah berterima kasih kepada warganet yang aktif memberikan masukan terkait transparansi data,” katanya.

Dengan klarifikasi resmi tersebut, Kementan berharap tidak ada lagi salah persepsi terkait nilai bantuan beras dan masyarakat dapat memahami skema penyaluran secara menyeluruh. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Balai Kota, Parlemen, Binawidya
wwwwww