Duka di Sumatra Belum Usai, BNPB Catat 969 Korban Meninggal dan 894.501 Warga Mengungsi
![]() |
| Foto udara memperlihatkan banjir bandang merendam permukiman dan lahan sawah warga di Aceh Tengah, November 2025. Korban jiwa bencana banjir di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi 969 orang, per Rabu (10/12/2025). |
JAKARTA – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat belum menunjukkan tanda mereda. Hingga Rabu (10/12/2025), jumlah korban meninggal meningkat menjadi 969 jiwa berdasarkan laporan terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tambahan lima jenazah ditemukan dalam 24 jam terakhir, menegaskan bahwa proses pencarian korban masih berlangsung di sejumlah titik.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa temuan terbaru berasal dari dua wilayah.
“Korban meninggal dunia bertambah lima jasad. Dua ditemukan di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, dan tiga lainnya di Padang Pariaman, Sumatra Barat,” jelasnya dalam konferensi pers via Zoom.
Di tengah proses evakuasi dan pencarian ini, data korban hilang justru menunjukkan penurunan. Dari 264 jiwa pada Selasa, jumlahnya kini menjadi 252 jiwa. Penurunan ini, menurut BNPB, merupakan hasil proses pencarian yang terus dilakukan tim gabungan di lapangan.
Namun situasi berbeda terjadi pada jumlah pengungsi. BNPB mencatat total 894.501 warga kini harus meninggalkan rumah mereka. Angka tersebut bertambah 500 orang dibanding hari sebelumnya, terutama berasal dari wilayah Sumatra Utara yang masih menghadapi kondisi banjir meluas.
Peningkatan jumlah pengungsi menggambarkan beratnya situasi yang dihadapi masyarakat di tiga provinsi terdampak. Banyak lokasi permukiman yang masih terendam, akses jalan terputus, serta jaringan listrik dan air bersih yang belum pulih sepenuhnya.
Berikut data lengkap perkembangan bencana menurut BNPB per Rabu (10/12/2025):
Korban meninggal: 969 jiwa
Korban hilang: 252 jiwa
Pengungsi: 894.501 orang
BNPB menegaskan bahwa proses pencarian, pendataan, dan penyaluran bantuan terus berlangsung. Pemerintah daerah bersama tim SAR gabungan masih berfokus mengevakuasi warga yang terisolasi dan memperluas akses logistik ke titik-titik pengungsian yang jumlahnya makin padat.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tribunnews.com |
| Kategori | : | Warga Bertuah, Binawidya |











