Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
10 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
14 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
3
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
10 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
4
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
Nasional
10 jam yang lalu
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
8 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
6
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Mahfud MD Ungkap Gejala Baru di NU: “Tradisi Keulamaan Tergeser oleh Kepentingan Ekonomi”

Mahfud MD Ungkap Gejala Baru di NU: “Tradisi Keulamaan Tergeser oleh Kepentingan Ekonomi”
Jum'at, 05 Desember 2025 16:45 WIB

JAKARTA – Konflik internal yang mencuat di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendapat tanggapan kritis dari Mahfud MD. Dalam pandangannya, dinamika yang mengemuka belakangan ini bukan berasal dari perbedaan tafsir AD/ART ataupun isu struktural organisasi, melainkan terhubung dengan urusan bisnis yang kian merasuki ruang keulamaan.

Lewat video dalam kanal YouTube pribadinya yang tayang Selasa (2/12/2025), Mahfud menjelaskan bahwa persoalan yang kini muncul di PBNU bermula dari isu tambang yang sejak lama menjadi pembicaraan internal.
“Ini asal muasalnya soal tambang. Dulu ketika saya bilang itu kan belum ada yang bilang, nah sekarang mereka semua juga sudah bilanglah bahwa ini memang asal asalnya tambang,” ujarnya.

Sebagai tokoh yang mengamati perjalanan NU dari dekat, Mahfud melihat adanya perubahan orientasi organisasi. Ia menilai peran sosial-keagamaan yang dulu menjadi kekuatan NU perlahan terpinggirkan oleh kepentingan ekonomi.
“Saya begini loh, merindukan NU yang taat pada ulama, tidak rebutan proyek. Gak ada itu urusan ngurus perusahaan, ngurus tambang, ngurus itu dulu gak ada,” katanya.

Ia menyebut bahwa keterlibatan sejumlah pihak dalam proyek ekonomi telah menimbulkan ketegangan yang kini terlihat ke publik. Situasi itu, menurutnya, membuat NU menjauh dari nilai-nilai dasar yang dirawat para pendiri.

Dalam kritiknya, Mahfud menyamakan dinamika internal PBNU dengan struktur layaknya sebuah perseroan.
“Jadi bukan PBNU, PTNU akhirnya. Perusahaan terbatas akhirnya. Antara pemegang saham, betul. Kemudian ada komisaris, ada direksi,” pungkasnya.

Menurut Mahfud, pergeseran ini tidak hanya memunculkan konflik, tetapi juga memperlihatkan betapa kuatnya pengaruh ekonomi dalam memengaruhi arah organisasi, mengaburkan tujuan-tujuan kultural dan keagamaannya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Balai Kota, Parlemen
wwwwww