Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
4 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Hiburan

Film Dowa Juseyo: Horor Psikologis dengan Pesan Sosial

Film Dowa Juseyo: Horor Psikologis dengan Pesan Sosial
Produser Heart Pictures Herty Purba (paling kanan) dalam acara Media Visit di JAFF Market 2025. (Ist)
Selasa, 02 Desember 2025 00:11 WIB
Penulis: Azhari Nasution
YOGYAKARTA - Film kedua, Dowa Juseyo, menjadi langkah Heart Pictures memasuki genre horor psikologis. Executive Producer Herty Purba menjelaskan bahwa film ini menggabungkan elemen investigasi emosional, budaya Korea Selatan, dan isu sosial sensitif.

Film ini berkisah tentang Tania, mahasiswi Indonesia yang mengikuti program pertukaran pelajar di Korea Selatan.

Ia terhubung dengan roh Min Yong, korban kekerasan seksual yang meninggal tanpa keadilan.

“Hubungan mereka memicu rangkaian peristiwa supranatural yang memaksa Tania menghadapi pertanyaan: apakah balas dendam dapat menjadi bentuk keadilan?” jelas Herty di Yogyakarta, Senin (1/12/2025).

Disutradarai oleh Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca, film ini mengusung pendekatan visual modern dengan naskah berlapis psikologi karakter.

Proses syuting dilakukan di Busan, menghadirkan perpaduan estetika urban, tradisi, dan ruang spiritual Korea Selatan.

Dalam hal promosi dan distribusi, sebuah rumah produksi ternama resmi bergabung sebagai mitra. Sinemaku Pictures pun menyatakan dukungannya.

“Kami sangat berbahagia mendukung Dowa Juseyo. Pesan film ini selaras dengan visi kami,” ujar Vontian Suwandi, Business Development Sinemaku Pictures, saat ditemui di Booth Heart Pictures, JAFF Market, JEC.

Film ini dijadwalkan tayang 29 Januari 2026. ***

Kategori:Hiburan, Binawidya
wwwwww