Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
4 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Hiburan

Film Black Coffee: Identitas Lokal di Layar Global

Film Black Coffee: Identitas Lokal di Layar Global
Sutradara Jeremias Nyangoen. (kiri) dalam acara Media Visit di JAFF Market 2025. )Ist)
Senin, 01 Desember 2025 23:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution
YOGYAKARTA - Sutradara Jeremias Nyangoen mengungkapkan bahwa Film Black Coffee telah menyelesaikan syuting dan kini memasuki tahap akhir pascaproduksi.

Film ini mengangkat kisah pasangan tunanetra asal Gayo—Ceh Onot dan Rabiah—yang diperankan Reza Rahadian dan Sha Ine Febriyanti.

“Kisah Black Coffee mengangkat cinta, kehilangan, dan keberanian untuk bertahan. Saya ingin penonton merasakan keheningan, ruang kosong, dan kekuatan cinta yang tetap hidup meski dalam keterbatasan,” ujar Jeremias di Yogyakarta, Senin (1/12/2025).

Film ini menempatkan penonton dalam perspektif karakter yang tidak melihat, namun merasakan dunia melalui bahasa batin, suara, sentuhan, dan diam yang bermakna.

Lokasi syuting dilakukan di Takengon, Aceh, dan perkebunan kopi Gayo. Tempat tersebut bukan hanya latar visual, tetapi bagian dari karakter film.

Sejumlah aktor lokal seperti Kabri Wali dan Hafidz Al Mukthariza turut dilibatkan untuk memastikan representasi budaya Aceh yang autentik dan penuh hormat.

Black Coffee dijadwalkan menjajaki festival film internasional pada pertengahan 2026 sebelum tayang di jaringan bioskop nasional dan global serta platform digital. ***

Kategori:Hiburan, Binawidya
wwwwww