Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
16 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
6 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Jejak Gelap 250 Ton Beras di Sabang, Kementan Curigai Jalur Ilegal Terorganisir

Jejak Gelap 250 Ton Beras di Sabang, Kementan Curigai Jalur Ilegal Terorganisir
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan beras ilegal masuk ke Indonesia. (cnn indonesia/hesti rika).
Minggu, 23 November 2025 19:55 WIB

JAKARTA – Temuan 250 ton beras ilegal di Sabang mengguncang pemerintah. Di tengah upaya Indonesia mengejar target swasembada, masuknya komoditas pangan dalam jumlah besar tanpa izin pusat menyalakan alarm tentang potensi kebocoran jalur distribusi dan dugaan jaringan yang bermain di luar pengawasan resmi.

Laporan mengenai keberadaan beras ilegal itu diterima Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada Minggu (23/11/2025) siang.

“Kami terima laporan sekitar jam dua. Ada 250 ton beras masuk Sabang tanpa izin,” ujarnya. 

Langkah cepat pun diambil. Amran langsung menghubungi Kapolda, Kabareskrim, hingga Pangdam untuk memastikan rantai distribusi beras itu terhenti.

“Gudangnya langsung disegel. Tidak boleh ada yang keluar,” tegasnya.

Gudang tersebut diketahui milik PT Multazam Sabang Group. Pemerintah kini menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab, termasuk kemungkinan adanya jaringan penyelundupan yang lebih besar.

“Kami minta ditelusuri siapa pelaku-pelakunya,” kata Amran. 

Di Tengah Larangan Impor, Beras Masih Berhasil Masuk

Menurut Amran, larangan impor telah ditegaskan Presiden karena stok nasional dinilai lebih dari cukup. Itu sebabnya, masuknya beras sebesar 250 ton tanpa izin menimbulkan tanda tanya besar.

“Semua harus patuh pada perintah Presiden,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kasus serupa bisa muncul di lokasi lain. Bahkan sebuah laporan awal menyebutkan kemungkinan beras ilegal masuk ke Batam, meski belum terverifikasi.

“Laporannya ada, sedang kami cek,” katanya.

Ancaman Serius bagi Agenda Swasembada

Amran menyebut insiden ini berpotensi mengganggu rencana besar pemerintah untuk mengumumkan capaian swasembada pada awal Desember. Kehadiran beras ilegal di pasar dikhawatirkan mengacaukan stabilitas harga dan menurunkan kepercayaan terhadap pasokan dalam negeri.

“Jangan sampai agenda swasembada terganggu,” ujar Amran.

Pemerintah kini sedang bekerja menelusuri alur masuk beras tersebut—dari pelabuhan, pengiriman, hingga pihak-pihak yang terlibat di balik layar. Investigasi ini dipandang penting untuk memastikan tidak ada “jalur gelap” yang merusak kebijakan pangan nasional.

Dengan jumlah sebesar 250 ton yang berhasil masuk tanpa sepengetahuan pusat, pemerintah menilai kasus ini bukan insiden kecil, melainkan indikasi masalah yang membutuhkan pembongkaran menyeluruh. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Kabar Bertuah, Cendekia, Balai Kota
wwwwww