Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
3
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Parlemen

Desakan Meningkat, KPK Diminta Geledah Rumah Bobby Nasution Terkait Kasus Suap Jalan

Desakan Meningkat, KPK Diminta Geledah Rumah Bobby Nasution Terkait Kasus Suap Jalan
Gubernur Sumut Bobby Nasution
Rabu, 19 November 2025 06:34 WIB

JAKARTA – Desakan publik agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak lebih berani dalam menyelidiki dugaan suap proyek jalan di Dinas PUPR Pemerintah Provinsi Sumut kembali mencuat. Analis politik Saiful Huda Ems mendesak penyidik KPK turut menggeledah kediaman Gubernur Sumut, Bobby Nasution, demi memperluas penelusuran barang bukti.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (19/11/2025), Saiful menilai langkah tersebut penting untuk memastikan penyidikan tidak berhenti pada bawahannya, Topan Ginting, yang sebelumnya terseret dalam perkara pengadaan proyek jalan.

“KPK bisa mengulang pola penggeledahan rumah Hasto Kristiyanto dengan mengerahkan banyak personel, seperti drama di film-film action, di mana polisi menyerbu rumah penjahat,” ujarnya. Ia menilai pola penggeledahan itu dapat menunjukkan keberanian KPK menghadapi pihak-pihak yang dinilai memiliki posisi politik kuat.

“Biar penyidik KPK terlihat lebih adil dan terkesan berani menghadapi menantu Jokowi,” sambungnya.

Saiful menyebut ketidakhadiran KPK di rumah Bobby akan menimbulkan dugaan bahwa lembaga antikorupsi tersebut enggan menyentuh aktor penting di lingkaran pemerintahan. Menurutnya, sikap itu justru memunculkan kecurigaan bahwa penyidikan tidak berjalan maksimal.

“Jangan biarkan Bobby seperti tak pernah dapat disentuh oleh hukum,” urainya.

Desakan tersebut menambah tekanan publik terhadap KPK untuk mempercepat pengungkapan perkara suap di lingkungan Pemprov Sumut. Kasus yang menyeret pejabat PUPR ini dinilai memiliki jejak yang lebih luas dan perlu pembuktian yang komprehensif. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Cendekia, Balai Kota, Parlemen
wwwwww