Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
7 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Raih Perak di ISG Riyadh 2025, Leonardo: Puji Tuhan Masih Dikasih Rezeki

Raih Perak di ISG Riyadh 2025, Leonardo: Puji Tuhan Masih Dikasih Rezeki
Leonardo Adventino Geovani. (NOC Indonesia)
Senin, 10 November 2025 09:55 WIB
Penulis: Azhari Nasution
RIYADH – Lifter muda Indonesia Leonardo Adventino Geovani meraih medali perak pada cabang angkat besi Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh 2025. Tampil di kelas 65kg, Leon memulai angkatan seberat 131kg, kemudian naik ke 135kg di angkatan kedua dan 139kg di angkatan snatch terakhirnya. 

Catatan ini membuat Leon berhasil berada di bawah lifter Turki Muhammed Furkan Ozbek yang berhasil mengangkat 149kg untuk snatch. Sementara perunggu direbut lifter Uzbekistan Adkhamjon Ergashev dengan 134kg.

Buat Leon, Islamic Solidarity Games Riyadh 2025 merupakan multievent pertama yang diikutinya. Ia menyebut baru masuk pelatnas angkat besi sejak Juni lalu dan ini jadi kesempatan untuk lifter 21 tahun ini membuktikan kemampuannya.

“Puji Tuhan saya masih dikasih rezeki dapat medali perak di snatch. Ini penampilan pertama saya di multievent internasional, jadi perak ini medali pertama saya juga. Lawan saya senior semua, ada juara dunia kemarin di Norwegia. Ke depannya saya harus terus perbaiki penampilan saya, semoga hasil baik nanti juga datang buat saya,” ujar Leon yang tak kuasa menahan rasa bahagianya.

Lanjut di angkatan clean and jerk, Leon yang masih berusia 19 tahun itu sukses pada percobaan pertama dengan 163kg. Sayang, ia gagal di angkatan kedua dan ketiga dengan beban 167kg dan memastikan lifter Uzbekistan, Ergashev dengan angkatan 170kg atas medali emas dan Furkan dari Turki meraih perak dengan angkatan 170kg dan perunggu direbut lifter tuan rumah Seraj Al-Saleem dengan 169kg.

Sedangkan untuk total angkatan kelas 65kg Islamic Solidarity Games 2025, medali emas diraih Furkan dengan 310kg, perak jatuh ke tangan Ergashev dengan 304kg dan perunggu dibawa tuan rumah Arab Saudi dengan total 303kg.

Pelatih angkat besi Indonesia Hadi Wihardja mengaku cukup bangga dengan hasilb yang didapatkan Leon kali ini. Bahkan, ia menyebut Leon sudah mampu mendekati catatan angkatan snatch yang dimiliki Muhammed Furkan Ozbek, juara dunia kelas 60kg dengan selisih hanya satu kilogram.

“Untuk di snatch saya akui dia sudah layak dapat bintang, karena angkatannya sudah bisa mendekati juara dunia, hanya selisih satu kilogram. Tapi untuk clean and jerk dia harus bisa mengatur diri dan angkatannya supaya bisa lebih baik lagi. Buktikan apa yang di latihan bisa kamu tampilkan di pertandingan,” ungkap Hadi menjelaskan.

Sementara itu, dari kelas 58kg putri angkat besi Islamic Solidarity Games 2025, lifter muda Indonesia Amel Candra Novitasari menempati peringkat keempat dengan catatan angkatan snatch 82kg, clean and jerk 100kg dan total 182kg.

Tambahan perak dari Leon membuat Kontingen Indonesia sementara mengoleksi tiga medali emas dan delapan medali perak sampai di hari ketiga gelaran Islamic Solidarity Games Riyadh 2025. ***

wwwwww