Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
10 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Home  /  Berita  /  Parlemen

Parlemen Remaja Bikin Puan Terpukau, Pertanyaannya Disebut Lebih Sulit dari Debat di DPR

Parlemen Remaja Bikin Puan Terpukau, Pertanyaannya Disebut Lebih Sulit dari Debat di DPR
Ketua DPR Puan Maharani saat tanya jawab bersama anak SMA dalam acara Parlemen Remaja di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Kamis, 06 November 2025 14:10 WIB

JAKARTA – Ketua DPR, Puan Maharani, mendapat kejutan tak terduga saat berdialog dengan para pelajar peserta Parlemen Remaja di Kompleks DPR, Senayan, Kamis (6/11/2025). Alih-alih pertanyaan ringan, para siswa SMA justru melontarkan isu-isu politik dan kebijakan publik yang tajam — hingga membuat Puan mengaku “kalah debat”.

“Pertanyaannya berat banget, lebih berat dari saya menghadapi delapan fraksi di DPR,” ujar Puan disambut tawa dan tepuk tangan peserta.

Dalam sesi tanya jawab tersebut, para pelajar menanyakan beragam hal, mulai dari cara menyikapi perbedaan aspirasi antarfraksi, tantangan memimpin sidang DPR, hingga soal kebijakan energi hijau dan penggunaan komponen lokal (TKDN).

Salah satu peserta bertanya dengan nada serius, “Bagaimana Ibu menyikapi perbedaan keinginan dari tiap fraksi di DPR?”

Pertanyaan lain datang dari siswa yang penasaran tentang tantangan terbesar memimpin sidang. “Apa tantangan paling sulit saat Ibu memimpin DPR?” katanya.

Bahkan seorang peserta menyinggung isu teknis kebijakan energi berkelanjutan. “Komponen TKDN harus diperbanyak muatan lokalnya biar energi hijau tercapai,” ucap siswa itu mantap, membuat Puan tersenyum kagum.

Menurut Puan, semangat dan daya kritis para pelajar ini menunjukkan masa depan politik Indonesia yang cerah. “Anak-anak ini kalau terus diasah bisa jadi anggota DPR, bahkan juru kampanye yang hebat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Puan juga membagikan sedikit cerita tentang dinamika di DPR yang kerap diwarnai perdebatan antara delapan fraksi. Ia menjelaskan bahwa setiap keputusan penting dibahas melalui rapat pimpinan (rapim) dan Badan Musyawarah (Bamus).

“Sebelum rapim, kami biasanya bicara informal dulu, supaya agenda bisa diselaraskan. Dalam rapat pasti ada dinamika, tapi harus ada toleransi dan kompromi yang adil,” jelasnya.

Puan menegaskan bahwa politik sejatinya bukan soal menang atau kalah, melainkan mencari titik temu bagi kepentingan bangsa. “Dalam politik, tidak semua keinginan bisa dituruti. Yang penting tujuannya satu: kepentingan rakyat dan negara,” tegasnya.

Acara Parlemen Remaja itu digelar sebagai sarana pendidikan politik bagi siswa SMA dari berbagai daerah. Para peserta diajak merasakan langsung proses pengambilan keputusan di DPR, termasuk simulasi sidang dan diskusi kebijakan publik.

Sesi bersama Puan menjadi salah satu momen paling berkesan. Sejumlah peserta menyebut Puan terlihat terbuka dan tidak kaku dalam menjawab pertanyaan mereka. “Ternyata Ibu Puan santai juga ya, tapi jawabannya serius,” kata salah satu peserta sambil tersenyum. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Parlemen, Hukum
wwwwww