Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
22 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
3
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
22 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
4
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Home  /  Berita  /  Mimbar Bertuah

Pelatih Asing Pertama Swedia Berakhir Cepat, Tomasson Dipecat Setelah Gagal Angkat Performa Tim

Pelatih Asing Pertama Swedia Berakhir Cepat, Tomasson Dipecat Setelah Gagal Angkat Performa Tim
Rabu, 15 Oktober 2025 07:44 WIB

JAKARTA – Federasi Sepak Bola Swedia (SvFF) mengambil keputusan drastis dengan memecat Jon Dahl Tomasson dari kursi pelatih kepala tim nasional setelah performa buruk di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam empat pertandingan, Swedia hanya mampu meraih satu poin dan kini terpuruk di posisi terakhir Grup B.

Kekalahan tipis 0-1 dari Kosovo pada Selasa (14/10/2025) menjadi pemicu utama keputusan tersebut. Meskipun Swedia diperkuat para pemain bintang seperti Alexander Isak dan Viktor Gyokeres, performa tim di bawah asuhan Tomasson dinilai jauh dari ekspektasi.

Ketua Umum SvFF, Simon Astrom, menegaskan keputusan ini diambil untuk menyelamatkan peluang Swedia menuju putaran Piala Dunia 2026. “Kami butuh perubahan arah dan semangat baru. Masih ada dua pertandingan tersisa, dan kami ingin tim memanfaatkan peluang menuju babak play-off,” ujar Astrom dalam konferensi pers resmi di Stockholm.

Tomasson, yang diangkat pada Februari 2024, sebelumnya digadang-gadang membawa nuansa baru dalam sepak bola Swedia. Sebagai pelatih asing pertama dalam sejarah timnas Swedia, eks pemain Newcastle United itu sempat mendapat dukungan luas di awal masa jabatannya. Namun, rentetan hasil buruk membuat posisinya goyah hingga akhirnya diberhentikan.

Dalam empat pertandingan kualifikasi, Swedia gagal mencatat satu pun kemenangan—imbang dengan Slovenia, dan kalah dari Kosovo serta Swiss. Situasi ini membuat moral tim turun dan tekanan dari publik meningkat.

Meski begitu, SvFF masih optimistis Swedia punya peluang untuk bangkit. Dua pertandingan tersisa, melawan Swiss (tandang) dan Slovenia (kandang), menjadi kesempatan terakhir untuk memperbaiki posisi dan menjaga asa lolos ke babak play-off.

Menurut peraturan kualifikasi zona Eropa, tim peringkat kedua tiap grup akan otomatis masuk ke play-off, sementara empat juara grup UEFA Nations League terbaik juga berhak atas tiket tambahan jika gagal finis di dua besar. Swedia masih termasuk dalam jalur itu berkat keberhasilan mereka menjuarai grup Nations League 2024/25. 

Astrom memastikan pencarian pelatih baru segera dilakukan agar tim memiliki waktu adaptasi sebelum laga penentuan. “Kami sedang menyeleksi kandidat yang memiliki filosofi permainan kuat dan mampu membangkitkan motivasi pemain dalam waktu singkat,” jelasnya. 

Pemecatan Tomasson menandai babak baru bagi tim nasional Swedia yang kini berpacu dengan waktu untuk memperbaiki performa dan menghidupkan kembali harapan tampil di Piala Dunia 2026. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Kuliner, Mimbar Bertuah
wwwwww