Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
13 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Hiburan

Trionda Jadi Bola Paling Bersejarah di Piala Dunia 2026

Trionda Jadi Bola Paling Bersejarah di Piala Dunia 2026
Lionel Messi dan Yamine Lamal bersama Trionda, Bola Piala Dunia 2026.(foto: adidas)
Jum'at, 03 Oktober 2025 10:08 WIB
JAKARTA – Piala Dunia selalu meninggalkan jejak kenangan, dari momen gol ikonik hingga atmosfer stadion. Tahun 2026, memori itu akan dibungkus dalam sebuah bola resmi bernama Trionda, yang diperkenalkan Adidas di Mexico City, Kamis (11/9).

Nama Trionda mengandung filosofi mendalam: “Tri” berarti tiga, sedangkan “Onda” berarti gelombang. Tiga gelombang berwarna merah, hijau, dan biru yang menghiasi bola ini melambangkan Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada sebagai tuan rumah. Simbol budaya khas masing-masing negara—bintang, daun maple, dan elang—dipahat dalam desain grafis timbul yang membuat bola ini terasa hidup.

“Bola ini dirancang untuk jadi ikon yang melekat di ingatan penonton. Dari detail grafis hingga teksturnya, semuanya punya makna,” ungkap General Manager adidas Football, Sam Handy.

Tak hanya sarat simbol, Trionda juga membawa teknologi mutakhir. Sensor gerak berfrekuensi 500 Hz yang tertanam di dalam bola memungkinkan wasit mendapatkan data real-time, sehingga keputusan offside dan pelanggaran lebih cepat diambil. Bagi pemain, konstruksi empat panel baru dan tekstur timbul membuat kontrol lebih nyaman dalam setiap kondisi permainan.

Bagi jutaan penggemar di seluruh dunia, Trionda bukan sekadar alat pertandingan, melainkan bagian dari cerita besar Piala Dunia 2026. Dari tribun hingga layar kaca, setiap gol, setiap drama, dan setiap sorakan akan terekam bersama bola ini—menjadikannya simbol persatuan sekaligus kenangan tak terlupakan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:Inilah.com
Kategori:Hiburan, Gelanggang, Mimbar Bertuah
wwwwww