Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
17 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Gejolak Politik Dunia Dongkrak Harga Emas ke Rekor Tertinggi

Gejolak Politik Dunia Dongkrak Harga Emas ke Rekor Tertinggi
(ilustrasi/foto: ari saputra)
Jum'at, 03 Oktober 2025 10:58 WIB
JAKARTA – Lonjakan harga emas ke level tertinggi sepanjang sejarah semakin menegaskan logam mulia ini sebagai barometer ketidakpastian politik global. Dari ketegangan Timur Tengah, konflik Rusia-Ukraina, hingga kebijakan Federal Reserve di Amerika Serikat, semua faktor berkelindan mendorong emas kembali jadi aset paling aman di mata dunia.

Harga emas global saat ini mendekati US$ 3.800 per troy ons dan diperkirakan bisa menembus US$ 3.850 hingga akhir 2025. Sementara di Indonesia, harga emas Antam sudah berada di Rp 2.198.000 per gram dan berpotensi melewati Rp 2.300.000 jika tren berlanjut.

Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai perang dagang dan konflik bersenjata adalah penyebab utama kenaikan harga. “Ketegangan ini membuat harga emas terus berlanjut. Sekarang sudah hampir menyentuh US$ 3.800 per troy ons, tinggal US$ 7 lagi,” jelasnya.

Faktor ekonomi Amerika Serikat turut memperkuat tren ini. Rencana penurunan suku bunga The Fed dan melemahnya pasar tenaga kerja membuat investor beralih ke emas.

Ekonom senior INDEF, Tauhid Ahmad, menambahkan harga emas global yang bergerak di atas US$ 3.800 akan otomatis mendongkrak harga emas domestik. Namun, ia menilai angka Rp 2.400.000 per gram masih sulit ditembus karena intervensi Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah.

Naiknya harga emas kali ini lebih dari sekadar isu pasar. Emas menjadi simbol bahwa konflik dan ketidakpastian politik dunia masih jauh dari selesai. Selama tensi global terus meningkat, emas diperkirakan akan tetap memimpin sebagai aset perlindungan utama. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Kabar Bertuah, Kampus, Pasar & Niaga
wwwwww