Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
17 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
20 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Gelanggang

SCUA Cetak Dua Rekor MURI, Eka Putra Wirya: Pengabdian Tanpa Batas

SCUA Cetak Dua Rekor MURI, Eka Putra Wirya: Pengabdian Tanpa Batas
Eka Putra Wirya saat menerima rekor MURI dari Ketua MURI Jaya Suprana. (Ist)
Senin, 22 September 2025 20:41 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) memang pantas mendapat dua rekor MURI atau Museum Rekor - Dunia Indonesia. Rekor sebagai Sekolah Catur Pertama di Indonesia dan sebagai Museum Catur pertama di Indonesia.

Wadah pembinaan pecatur muda Indonesia yang didirikan GM Utut Adianto, Eka Putra Wirya, Kristianus Liem, dan Machnan R. Kamaluddin pada tahun 1993 telah membuktikan sumbangsihnya kepada Merah Putih. Sebut saja, GM Susanto Megaranto, WGM Irene Kharisma Sukandar, WGM Medina Warda Aulia yang sudah mengharumkan nama bangsa dan negara di ajang single dan multi event internasional.

Tidak hanya itu saja, kini sekolah yang bermarkas di Bekasi, Jawa Barat itu juga telah memunculkan pecatur muda potensial IM Aditya Bagus Arfan yang sudah mendapat dua kali Norma GM.

Penyerahan rekor ini diberikan langsung oleh Pendiri MURI Jaya Suprana kepada Owner SCUA Eka Putra Wirya yang berlangsung di Gedung MURI kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin 22 September 2025.

Eka Wirya Putra yang menjadi Ketua Dewan Pembina PB Percasi ini mengungkapkan komitem pengabdian tanpa batas yang dilandasi rasa cinta mati untuk terus membangun catur di Tanah Air.

"Tentunya penghargaan ini memberikan semangat buat kami untuk lebih lagi dalam berkarier, walaupun sebenarnya kami tidak menyangka diberikan oleh MURI atas rekor ini. Kami menjalankan semua ini dengan cinta, dengan kasih yang kami perjuangkan untuk catur Indonesia," ungkap Eka.

WartaPKU.com Eka Putra Wirya dengan piagam
Eka Putra Wirya dengan piagam Rekor MURI. (Ist)

Terhadap catur, Eka, panggilan karibnya, bersama Utut Adianto tak akan pernah berhenti melakukan pembinaan. Harapannya, ke depan akan ada juara dunia dari negeri ini. "Jadi kalau saya rasa kita akan terus berusaha bagainana kita suatu saat nanti bakal melihat ada juara dunia dari Indonesia. Itu mungkin pemikiran, harapan saya ke depan," jelasnya.

Dengan melihat bibit-bibit catur yang ada sekarang, pihaknya optimistis catur Indonesia akan semakin maju. "Saya yakin kita akan mendapatkan atket catur yang berbakat sekali. Dengan dkdukung keluarga, dengan pembinaan yang tepat, maka bukan hal mustahil kita dalat juara dunia," tegasnya.

Selain sukses membina catur, Eka bersama Utut juga mampu melibatkan dunia pendidikan menopang pembinaan catur Indonesia.  Hal itu dibuktikan dengan suksesnya BPK PENABUR yang turut mengadakan kejuaraan catur secara rutin tiap tahun. Selain itu, Eka dan Utut melalui SCUA dan PB Percasi juga suksea bermitra dengan swasta seperti JAPFA dalam melakukan pembinaan dan juga kejuaraan catur sesuai kalender PERCASI.

Sementara itu, Pendiri Rekor MURI Jaya Suprana mengapresiasi SCUA yang berhasil menorehkan sejarah atas rekor yang didapatkannya itu. "Hebat dan keren SCUA dan Museum Catur Indonesia. Keduanya pelopor pertama di Indonesia dan telah berhasil melahirkan Grand Master untuk membanggakan Indonesia," kata Jaya Suprana. ***

wwwwww