Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
3
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Kuliner

AS–China Memanas Lagi, Ancaman Tarif Trump Bisa Guncang Pasar Energi Global

AS–China Memanas Lagi, Ancaman Tarif Trump Bisa Guncang Pasar Energi Global
Ilustrasi kilang minyak. Harga minyak mentah naik karena sanksi AS Terhadap Rusia.
Selasa, 16 September 2025 10:50 WIB

BEIJING – Hubungan Amerika Serikat (AS) dan China kembali berada di tepi jurang konfrontasi dagang. Presiden Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif impor 50–100 persen terhadap barang dari China, buntut keputusan Beijing yang tetap membeli minyak mentah dari Rusia.

China langsung menepis ancaman itu. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Lin Jian, menegaskan negaranya tak akan tunduk pada tekanan sepihak Washington. “China memiliki hak sah untuk bekerja sama dengan negara mana pun, termasuk Rusia. Ancaman AS adalah bentuk pemaksaan ekonomi dan intimidasi,” ujarnya, Senin (15/9/2025).

Trump sebelumnya menyatakan tarif besar terhadap China diperlukan untuk menghentikan aliran dana ke Rusia, seraya menuding NATO masih “setengah hati” menekan Moskow. Ia bahkan mendesak NATO mengadopsi tarif serupa terhadap Beijing.

Namun, China menilai langkah itu justru bisa mengguncang rantai pasokan global. Lin Jian mengingatkan, strategi sanksi dan tarif sepihak terbukti tidak pernah menyelesaikan konflik. “Jika kepentingan China dirugikan, kami akan merespons dengan tindakan balasan yang setimpal,” tegasnya.

Krisis energi akibat perang Ukraina memang telah memecah dunia. Uni Eropa dan negara-negara G7 berkomitmen menghentikan impor minyak Rusia, tetapi Moskow menemukan pasar baru di Asia, terutama China dan India. Langkah ini membuat Washington semakin frustrasi.

Sementara itu, sebagian analis memperingatkan bahwa jika ancaman Trump benar-benar diwujudkan, dunia bisa menghadapi babak baru perang dagang antara dua raksasa ekonomi global. Dampaknya tak hanya pada hubungan bilateral, tetapi juga pada harga energi dan barang kebutuhan di seluruh dunia. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Kuliner
wwwwww