Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Melangkah ke Panggung Nasional, Remaja Asal Bukittinggi Haura Isra Fitriani Wakili Sumatera Barat di Bali
Nusantara
21 jam yang lalu
Melangkah ke Panggung Nasional, Remaja Asal Bukittinggi Haura Isra Fitriani Wakili Sumatera Barat di Bali
2
Wali Kota Pekanbaru Gandeng Kementerian Pekerjaan Umum Revitalisasi Kawasan Danau Buatan
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gandeng Kementerian Pekerjaan Umum Revitalisasi Kawasan Danau Buatan
3
Ajang Kencana Fight 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Agung Nugroho Dorong Petarung Jalanan Raih Prestasi di Ring
Gelanggang
22 jam yang lalu
Ajang Kencana Fight 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Agung Nugroho Dorong Petarung Jalanan Raih Prestasi di Ring
4
Wali Kota Pekanbaru Resmi Buka MTQ Tingkat Kecamatan Payung Sekaki di Masjid Istiqlal
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Resmi Buka MTQ Tingkat Kecamatan Payung Sekaki di Masjid Istiqlal
Home  /  Berita  /  Parlemen

Dari BRICS ke Demonstrasi, Pengamat Terorisme Singgung Campur Tangan CIA

Dari BRICS ke Demonstrasi, Pengamat Terorisme Singgung Campur Tangan CIA
Peneliti dan pengamat terorisme, Ulta Levenia Nababan. (Dok YouTube Deddy Corbuzier)
Rabu, 10 September 2025 08:20 WIB

JAKARTA – Ricuhnya demonstrasi akhir Agustus lalu memunculkan spekulasi baru. Pengamat terorisme, Ulta Levenia Nababan, memberi sinyal adanya keterlibatan intelijen asing, khususnya CIA, dalam dinamika politik dan keamanan di Indonesia. 

Dalam sebuah perbincangan di podcast Deddy Corbuzier, Selasa (9/9/2025), Ulta mengaku pernah mendengar langsung cerita dari seorang menteri mengenai pertemuannya dengan pejabat CIA. Deputi CIA itu disebut secara khusus mengucapkan terima kasih kepada sang menteri karena Indonesia batal bergabung dengan BRICS.

“Deputi CIA datang mengajak beliau makan siang, lalu berterima kasih karena Presiden Jokowi tidak jadi masuk BRICS,” ungkap Ulta.

Menurut Ulta, cerita itu menjadi isyarat bagaimana operasi intelijen asing memantau ketat dinamika politik Indonesia. “Masalah menteri itu bohong atau tidak, itu urusan lain. Tapi saya mendengar langsung dari beliau,” jelasnya.

Ia bahkan sempat bertanya kepada sang menteri bagaimana CIA bisa mengetahui peran orang tertentu dalam keputusan strategis di Indonesia. Jawaban yang ia dengar adalah sederhana tapi menohok. “Semua urusan kita di-surveillance, diawasi mereka, baik dalam atau luar negeri,” kata Ulta menirukan.

Pernyataan ini memantik dugaan bahwa kerusuhan dalam aksi demonstrasi tidak sepenuhnya murni, melainkan ada potensi kepentingan geopolitik global yang bermain. BRICS sebagai aliansi ekonomi baru disebut menjadi salah satu alasan mengapa campur tangan asing bisa masuk dalam pusaran politik domestik Indonesia. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Parlemen
wwwwww