Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
24 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
3
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
4
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
24 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Operasi Pasar Digencarkan, 1,3 Juta Ton Beras Disiapkan Hingga Desember

Operasi Pasar Digencarkan, 1,3 Juta Ton Beras Disiapkan Hingga Desember
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian.
Jum'at, 05 September 2025 16:18 WIB

JAKARTA – Pemerintah pusat bergerak cepat menghadapi lonjakan harga beras yang kini melanda 214 kabupaten/kota. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta seluruh pemerintah daerah ikut aktif menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog agar gejolak harga segera mereda.

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pemda harus menjadi ujung tombak dalam memastikan distribusi beras sampai ke masyarakat.

"Waktunya kita memanfaatkan cadangan beras pemerintah untuk intervensi di 214 daerah," ujarnya dalam rapat koordinasi virtual, Kamis (4/9/2025).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 September 2025 menunjukkan beras masih menjadi komoditas utama penyumbang inflasi. Hanya dalam satu minggu, jumlah daerah dengan kenaikan harga meningkat dari 200 menjadi 214 wilayah. 

Tito menyebut koordinasi pemda dengan Bulog sangat penting agar beras SPHP tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Ia juga menegaskan akan memantau langsung pelaksanaan distribusi di daerah.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meyakini operasi pasar akan memberikan dampak signifikan.

"Kalau langkah ini berjalan konsisten sampai Desember, tren harga akan turun," katanya. 

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan pihaknya menyiapkan 1,3 juta ton beras SPHP untuk disalurkan hingga akhir tahun. Seluruh jaringan gudang Bulog diminta siaga melayani permintaan dari daerah hingga ke tingkat kecamatan.

"Kami mengawal penuh distribusi agar tidak ada wilayah yang terlewat," jelasnya.

Rapat koordinasi tersebut juga diikuti Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, serta pemerintah daerah dari 214 kabupaten/kota yang menghadapi lonjakan harga beras. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Balai Kota
wwwwww