Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
24 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
3
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
4
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
24 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Diplomat Muda RI Tewas Ditembak, Peru Diminta Usut Tuntas

Diplomat Muda RI Tewas Ditembak, Peru Diminta Usut Tuntas
Kemlu RI akan mengevaluasi skema perlindungan staf di luar negeri buntut kasus pembunuhan staf Kedutaan Besar RI (KBRI) di Lima, Peru, Zetro Leonardo Purba.
Jum'at, 05 September 2025 14:52 WIB

JAKARTA – Kasus kematian Zetro Leonardo Purba, staf Kedutaan Besar RI (KBRI) di Lima, Peru, terus menjadi perhatian serius. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menekan pemerintah Peru agar melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap penembakan yang menewaskan diplomat muda tersebut.

Kemlu menegaskan pihaknya sudah mengirim nota diplomatik resmi kepada otoritas Peru. Langkah ini diambil untuk memastikan pelaku segera ditangkap dan proses hukum berjalan transparan.

"Kami sudah menyampaikan nota diplomatik dan menekankan agar kasus ini benar-benar dituntaskan," ujar Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, di Jakarta, Selasa (2/9/2025). 

Polisi Nasional Peru menyatakan Zetro dibunuh oleh eksekutor bayaran. Menteri Dalam Negeri Peru, Carlos Malaver, menambahkan penembakan itu murni percobaan pembunuhan, bukan tindak kriminal biasa.

"Tidak ada barang yang hilang. Pelaku memang menunggu dan menembak kepalanya," ungkap Malaver.

Sampai kini pelaku masih diburu. Sementara itu, Presiden Peru, Dina Boluarte, menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa yang mencoreng keamanan di negaranya.

Zetro baru lima bulan bertugas sebagai Penata Kanselerai Muda di KBRI Lima sebelum menjadi korban penembakan. Insiden ini memperlihatkan tingginya risiko bagi diplomat Indonesia di negara-negara dengan tingkat kriminalitas tinggi. 

Peru sendiri tengah dilanda gelombang kekerasan. Sejak awal 2025, tercatat lebih dari 450 kasus pembunuhan. Fenomena pembunuh bayaran kian marak dan menjadi perhatian media internasional, termasuk The New York Times. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Kuliner, Balai Kota
wwwwww