Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
9 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
16 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Kasus Kacab BRI Tewas, Nama “F” Disebut dalam Pengakuan Tersangka

Kasus Kacab BRI Tewas, Nama “F” Disebut dalam Pengakuan Tersangka
Rabu, 27 Agustus 2025 08:06 WIB

JAKARTA – Misteri kematian Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank BRI di Cempaka Putih, MIP (37), terus bergulir. Empat tersangka yang kini mendekam di tahanan mengaku hanya menjadi pelaksana perintah seorang oknum berinisial F.

Kuasa hukum tersangka, Adrianus Agal, mengungkapkan bahwa kliennya tidak bergerak atas inisiatif pribadi. Bahkan, mereka merasa berada dalam tekanan saat menjalankan penculikan.

“Klien saya hanya mengikuti instruksi. Ada pihak lain yang memberikan perintah untuk menjemput paksa korban dan membawanya ke sebuah tempat di Jakarta Timur,” kata Adrianus, Selasa (26/8/2025).

Ia menjelaskan, keempat tersangka berinisial AT, RS, RAH, dan RW, menyerahkan korban kepada F. Setelah itu, mereka mengira tugas telah selesai. Namun, beberapa jam kemudian, mereka kembali dipanggil untuk mengantar korban.

“Ketika bertemu lagi, korban sudah tidak bernyawa. Dari situ terlihat jelas ada peran pihak lain yang lebih besar dalam kasus ini,” ujarnya.

Adrianus menambahkan, keluarga para tersangka kini meminta perlindungan hukum kepada Panglima TNI dan Kapolri. Hal itu dilakukan karena ada dugaan keterlibatan oknum aparat di balik tragedi tersebut.

Pengakuan ini semakin mempertegas bahwa kasus penculikan berujung maut itu bukan sekadar tindak kriminal biasa. Munculnya nama F menjadi titik baru yang menambah tanda tanya besar tentang siapa sebenarnya aktor utama di balik peristiwa ini. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Cendekia, Warga Bertuah
wwwwww