Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
9 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
16 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Kampus

Wamenkomdigi Warning Konten Palsu Demo DPR: Jangan Terprovokasi Medsos

Wamenkomdigi Warning Konten Palsu Demo DPR: Jangan Terprovokasi Medsos
Angga Raka Prabowo (Adi Fida Rahman/detikINET)
Rabu, 27 Agustus 2025 07:13 WIB
JAKARTA – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Angga Raka Prabowo, mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak menyikapi maraknya konten ricuh yang beredar di media sosial saat aksi demo di Gedung DPR RI, 25 Agustus 2025. Menurutnya, tidak semua konten yang muncul di layar ponsel benar-benar menggambarkan kenyataan di lapangan.

“Banyak konten yang sebenarnya hasil rekayasa digital. Fenomena disinformasi, fitnah, dan kebencian ini merusak demokrasi dan bisa memecah belah masyarakat,” kata Angga di Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Ia meminta perusahaan platform digital lebih tegas menindak konten manipulatif, terutama yang dibuat dengan teknologi Artificial Intelligence (AI). “Dengan sistem yang mereka miliki, harusnya bisa langsung mendeteksi mana konten palsu dan segera diturunkan,” tegasnya.

Angga menambahkan, pemerintah telah berkomunikasi dengan TikTok Asia Pasifik, TikTok Indonesia, serta Meta Indonesia. Pertemuan dengan perwakilan platform digital dijadwalkan untuk mencari solusi agar penyebaran konten provokatif bisa ditekan.

“Kita ingin memastikan kebebasan berekspresi tetap terjaga, tapi masyarakat tidak boleh dikorbankan oleh konten yang tidak real,” ujarnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Kampus
wwwwww