Home  /  Berita  /  Kampus

Narasi Sri Mulyani Picu Protes, Guru Didesak Jangan Dijadikan Kambing Hitam Anggaran

Narasi Sri Mulyani Picu Protes, Guru Didesak Jangan Dijadikan Kambing Hitam Anggaran
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan paparan saat acara Konvensi Sains Teknologi dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesha (sabuga), Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/8/2025). (Foto: antara)
Rabu, 20 Agustus 2025 14:05 WIB

JAKARTA – Di tengah gempuran video hoaks berisi pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, yang menyebut guru sebagai “beban negara”, muncul keresahan lain yang lebih substansial: bagaimana negara memandang peran pendidik di tengah krisis anggaran.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro, telah memastikan bahwa video yang beredar merupakan hasil manipulasi teknologi deepfake.

“Potongan video itu hoaks. Faktanya Menteri Keuangan tidak pernah menyatakan guru adalah beban negara,” tegas Deni, Selasa (19/8/2025). 

Namun, pidato asli Sri Mulyani di Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di ITB, Rabu (7/8/2025), tetap mengundang kritik. Dalam pidatonya, ia menyebut kecilnya gaji guru dan dosen sebagai tantangan keuangan negara.

“Banyak di media sosial saya selalu mengatakan, menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya nggak besar. Ini salah satu tantangan bagi keuangan negara,” ucap Sri Mulyani.

Pertanyaan terbukanya – “Apakah semuanya harus keuangan negara ataukah ada partisipasi dari masyarakat?” – dianggap sejumlah kalangan sebagai bentuk pengalihan tanggung jawab negara dalam menjamin kesejahteraan guru.

Jurnalis senior Farid Gaban menyampaikan pandangannya bahwa meskipun Sri Mulyani tidak mengucapkan kata-kata eksplisit, arah pikirannya tetap menyudutkan profesi guru.

"Bu Sri Mulyani memang tidak persis mengatakan guru dan dosen beban negara, tapi esensi yang beliau katakan begitu," tulis Farid lewat media sosial, sambil mengutip pemberitaan daring.

Publik juga menyoroti sikap diam Sri Mulyani ketika dimintai penjelasan langsung setelah rapat bersama Badan Anggaran DPR RI. Ketidakhadiran klarifikasi dinilai membuka ruang tafsir yang makin liar.

Di sisi lain, PGRI menyerukan agar negara tidak menjadikan guru sebagai objek penghematan. Mereka menegaskan bahwa pendidik bukan beban, melainkan fondasi utama pembangunan bangsa.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Kampus, Balai Kota, Hukum
wwwwww