Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
11 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
54 menit yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
51 menit yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
6
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
48 menit yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Pembersihan Data Bansos Dimulai, Dari Pemain Judol hingga Pegawai BUMN Dicoret

Pembersihan Data Bansos Dimulai, Dari Pemain Judol hingga Pegawai BUMN Dicoret
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta.
Minggu, 10 Agustus 2025 10:36 WIB

JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mulai melakukan pembersihan besar-besaran terhadap data penerima bantuan sosial (bansos) yang dinilai tidak tepat sasaran. Langkah ini dilakukan setelah ditemukan ribuan penerima dari kalangan ekonomi menengah hingga atas, bahkan terindikasi bermain judi online.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengatakan dari data sembilan juta lebih pemain judi online yang dianalisis PPATK, sekitar 600 ribu di antaranya tercatat sebagai penerima bansos. “Sebanyak 228 ribu lebih sudah kami coret. Sisanya sekitar 375 ribu nama masih kami telusuri,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025).

Temuan PPATK juga memperlihatkan sejumlah penerima bansos berstatus pegawai BUMN, dokter, eksekutif, bahkan anggota legislatif daerah. Ada pula penerima dengan saldo tabungan di atas Rp50 juta. “Jika tidak sesuai kriteria, akan kami keluarkan dari daftar penerima,” tegas Saifullah.

Pembersihan data ini dilakukan sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Percepatan Perbaikan Data Penerima Bansos, yang menugaskan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai koordinator pemutakhiran data nasional.

Menurut data PPATK, selama semester pertama 2025, terdapat 132.557 penerima bansos melakukan transaksi judi online dengan nilai total Rp542,5 miliar. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak, disusul Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Saifullah mengajak masyarakat ikut mengawasi penyaluran bansos melalui aplikasi Cek Bansos. “Kalau ada data yang tidak sesuai, silakan laporkan dengan bukti yang lengkap. Kita ingin bantuan ini tepat sasaran,” ucapnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Pasar & Niaga, Balai Kota, Parlemen
wwwwww