Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
12 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
2 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
2 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Meliza Maria Luncurkan Buku Terbaru “Tidak Berdiri Sendiri”, Kisah Tentang Menyusun Puzzle Seperti Menata Kehidupan

Meliza Maria Luncurkan Buku Terbaru “Tidak Berdiri Sendiri”, Kisah Tentang Menyusun Puzzle Seperti Menata Kehidupan
Penulis Meliza Maria saat peluncuran buku berjudul "Tidak Berdiri Sendiri". (Gonews.co Group)
Sabtu, 09 Agustus 2025 20:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Usai meluncurkan buku perdana berjudul “Aku dan Bintang’, penulis Meliza Maria kembali menelurkan karya terbarunya. Buku berjudul “Tidak Berdiri Sendiri” resmi diluncurkan di toko buku Kinokuniya, Grand Indonesia Jakarta, Sabtu, 9 Agustus 2025.

Buku setebal 348 halaman ini berkisah tentang seorang bernama Lilith, dengan kecintaaannya kepada puzzle yang mendalam. Di mata Lilith, puzzle bukanlah sekadar gambar yang dipotong-potong, bukan pula permainan seorang anak kecil.

Dalam pandangan penulis, puzzle adalah sebuah kepingan peristiwa dalam kehidupan yang harus ditata, dibentuk untuk mendapatkan gambar yang utuh. Buku ini tidak hanya menyajikan kisah yang memotivasi, namun juga memberikan pemahaman tentang bagaimana kita harus berfokus kepada sebuah tujuan, mengelolanya dan menciptakan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Mereka tahu arti sebuah tujuan dan harus menyelesaikannya.

Sebagai penulis, Meliza Maria mengungkapkan bahwa buku ini ditulis dengan sangat emosional. Banyak peristiwa dalam kehidupan dan interaksinya dengan permainan kepingan ini hadir.

Melalui media puzle, Meliza Maria mampu menggabungkan antara bacaan, ilmu psikologi, pengamatan, pemikiran dan juga pengalaman hidupnya menjadi sebuah cerita perjalanan yang apik. Bahkan dalam penutup penulis ingin mengajak setiap orang untuk mau bermain puzzle.

"Permainan ini membuatku mengenal diriku sendiri dengan cara yang sangat menyenangkan. Untuk itu aku tahu, aku harus terus merangkai kepingan,” kata Meliza yang memang suka puzzle sejak kecil.

Ia menyampaikan, hasil karyanya ini cukup berarti untuk dibaca para pelajar, khususnya SMA ke atas. Sebab ada pesan yang terselip dalam bukunya tersebut. “Hargai setiap keping, lalu pahami dan taruh di tempat yang betul. Buku ini juga boleh diartikan sebagai permainan, boleh diartikan sebagai kehidupan,” tuturnya.

Dalam menggarap “Tidak Berdiri Sendiri”, Meliza hanya butuh waktu dua bulan untuk menyelesaikan draft-nya. “Kalau sampai jadi buku seperti ini, waktunya sekitar delapan bulan. Kalau buku pertama lebih sulit, hampir satu tahun mengerjakannya,” tutur ibu tiga anak ini seraya menambahkan ada sebuah cerita yang jadi tantangan, namun bukan soal puzzle.

Sebagai orang yang pernah mengenyam pendidikan psikologi saat di bangku kuliah, ia menilai bahwa puzzle ibarat kehidupan seseorang.

“Sehari-hari kita kurang lebih kaya main puzzle, nyusun keping yang ga tau gimana, tapi lama-lama akan tau. Harapannya, semoga orang-orang bisa menemukan apa yang saya temukan karena bermain puzzle itu menyenangkan,” kata Meliza.***

wwwwww