Sepak Bola Bukan Soal Skor Saja, Erick: Pelatih Asing Harus Faham Psikologi Lapangan ASEAN
![]() |
JAKARTA – Kekalahan Timnas U-23 Indonesia di final Piala AFF U-23 kembali membuka ruang evaluasi bagi kepemimpinan pelatih. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai pelatih Gerald Vanenburg dan jajaran pelatih lainnya perlu memahami bahwa sepak bola Asia Tenggara bukan hanya tentang taktik, tapi juga soal kecerdasan membaca emosi pertandingan.
Dalam wawancara bersama pengamat sepak bola Binder Singh, Erick menekankan bahwa gaya permainan di Asia Tenggara sangat berbeda dari yang biasa dihadapi pelatih Eropa. Ia menyinggung bagaimana tim Indonesia kerap terpancing emosi oleh taktik teatrikal Vietnam dalam laga final.
“Pelatih dan tim harus lebih siap menghadapi gaya bermain seperti ini. Mereka kaget. Ini bukan cuma tentang formasi, tapi juga bagaimana menjaga mental pemain di tengah tekanan,” kata Erick, Senin (3/8/2025).
Ia menyebut keputusan PSSI menjadi tuan rumah Piala AFF U-23 bukan tanpa target. Bermain di kandang sendiri seharusnya menjadi keuntungan. Namun hasil akhir justru menunjukkan bahwa Indonesia masih kalah secara mental dari Vietnam, tim yang telah tiga kali menjuarai turnamen ini.
Erick juga tak ragu mengkritik wasit, namun menegaskan bahwa itu bukan bentuk pembelaan atas kekalahan. Menurutnya, bagian dari membangun sepak bola yang sehat adalah berani menyampaikan ketidakadilan, tak peduli menang atau kalah.
“Kalau memang ada hal yang tidak adil, ya kita sampaikan. Ini bukan soal alasan kalah. Ini soal membangun fair play yang sesungguhnya,” ujarnya.
PSSI berharap ke depan pelatih asing yang datang ke Indonesia tak hanya membawa strategi, tetapi juga kesiapan membaca kultur, psikologi pertandingan, dan trik-trik lawan di kawasan Asia Tenggara. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | republika.co.id |
| Kategori | : | Mimbar Bertuah |







