FORNAS VIII 2025 NTB Berakhir, Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia Potensi Besar Tingkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan Bangsa
![]() |
| Ibnu Riza Pradipto (tengah) saat menyaksikan salah satu Inorga di FORNAS VIII. (Dok. Fornas VIII) |
Penulis: Azhari Nasution
Ketua Panitia Penyelenggara FORNAS VIII, KRMP Ibnu Sulistyo Riza Pradipto mengemukakan, penutupan oleh Wapres Gibran dan pembukaan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menunjukkan perhatian pemerintah terhadap olahraga rekreasi masyarakat.
Menurut Ibnu Sulistyo Riza Pradipto, tidak kalah penting juga dukungan dari pemerintah provinsi NTB yang luar biasa sehingga FORNAS VIII bukan saja sukses namun juga mencatat sejarah.
Dari sini, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dapat melihat bagaimana potensi luar biasa olahraga rekreasi masyarakat untuk menyehatkan, meningkatkan perekonomian daerah dengan muaranya membantu kesejahteraan masyarakat.
“Dengan dukungan pemerintah dan antusias luar biasa pelaku serta pembina olahraga ini maka olahraga rekreasi masyarakat juga berpotensi besar untuk mengharumkan nama bangsa dan negara di tingkat internasional. Kesuksesan FORNAS VIII di NTB ini menjadi momentum untuk makin mengibarkan olahraga rekreasi masyarakat baik di dalam negeri maupun go internasional,” kata Ibnu Sulistyo Riza Pradipto.
Ibnu, demikian panggilan akrab Ibnu Sulistyo Riza Pradipto, menjelaskan, FORNAS VIII yang digelar di tujuh wilayah NTB yakni Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, dan Bima ini mempunyai keistimewaan karena bisa menjadi uji coba NTB yang tahun 2028 mendatang akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII bersama Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Sangat ideal jika ke depan formula seperti ini bisa terus dilanjutkan sehingga ada korelasi antara olahraga rekreasi masyarakat dan olahraga prestasi dalam membangun pengembangan dan pembinaan. Olahraga rekreasi dan olahraga prestasi bisa terus seiring sejalan menciptakan manusia Indonesia yang sehat jasamani dan rohani serta tangguh dalam prestasi,” ujar Ibnu.
Ditegaskan oleh Ibnu, Fornas VIII ini menjadi bukti bahwa semakin banyak masyarakat Indonesia bukan hanya menjadikan olahraga itu sebagai gaya hidup tetapi mereka juga peduli dengan kelestarian olahraga tradisional. Tidak hanya itu saja, FORNAS mendorong sport tourism.
Ibnu lalu mengungkapkan terjadinya lonjakan jumlah orang yang terlibat pada kalender event akbar nasional dua tahunan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). Semula diperkirakan hanya mencapai 18.000 orang dengan rincian 12.387 penggiat pertandingan, 3.870 perangkat pertandingan dan ofisial dari 38 Provinsi yang akan datang ke Kepulauan Sunda Kecil. Namun, jumlah itu melonjak mencapai dua kali lipat lebih.
“Luar biasa. Semula diperhitungkan hanya 18 ribu orang tetapi kini sudah dua kali lipat lebih yakni mencapai 42.000 dengan 18.000 pegiat, ofisial, pengurus acara, penonton, pendukung, tim media, dan wisatawan lokal yang hadir. Jumlah ini yang tidak pernah terekspos sebelumnya,” tuturnya.
Dengan geliat itu Ibnu mengasumsikan perputaran ekonomi selama FORNAS VIII mencapai Rp800 miliar. “Dari jumlah hotel yang dipesan dan flights yang dibooked hingga makanan yang disiapkan saja sudah mencapai Rp143,71 miliar. Ini kan belum termasuk yang lain-lain,” tandasnya.
Pergelaran FORNAS VIII tidak pelak lagi makin melambungkan peran dari olahraga rekreasi masyarakat. Baik dalam menumbuhkan olahraga sebagai gaya hidup sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat maupun dalam mengelaborasi kegiatan pariwisata dan ekonomi dengan muaranya kesejahteraan masyarakat. ***
| Kategori | : | Gelanggang, Binawidya |











