Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
21 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
3
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
16 menit yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Home  /  Berita  /  Kuliner

Konflik Perbatasan Berakhir, Kamboja dan Thailand Sepakat Hentikan Tembakan

Konflik Perbatasan Berakhir, Kamboja dan Thailand Sepakat Hentikan Tembakan
PM Malaysia Anwar Ibrahim menyaksikan kesepakatan damai Pejabat Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet di Putrajaya, Malaysia, Senin (28/7/2025). (Foto: Telegram Anwar Ibrahim)
Selasa, 29 Juli 2025 10:12 WIB

JAKARTA – Gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand resmi dimulai Senin malam (28/7/2025), menandai berakhirnya konflik militer yang pecah di wilayah perbatasan kedua negara sejak pekan lalu.

Kesepakatan damai dicapai dalam pertemuan diplomatik yang difasilitasi oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di Kuala Lumpur. Dalam pertemuan tersebut, Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, dan Penjabat Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, menyepakati penghentian tembak-menembak secara langsung dan tanpa syarat.

"Kami menyambut baik sikap terbuka kedua pemimpin untuk duduk bersama. Kesepakatan ini tidak hanya penting bagi mereka, tetapi juga untuk stabilitas regional," jelas Anwar.

Sebelumnya, bentrokan bersenjata terjadi di perbatasan antara Provinsi Preah Vihear di Kamboja dan Provinsi Ubon Ratchathani di Thailand. Pertempuran tersebut menyebabkan puluhan korban jiwa, termasuk personel militer.

Ketegangan meningkat setelah bentrokan awal yang terjadi pada 28 Mei, menewaskan seorang tentara Kamboja. Situasi memburuk dan terus berlanjut hingga akhirnya diplomasi lintas negara ditempuh.

Pemerintah China menyatakan dukungannya terhadap kesepakatan tersebut dan mengapresiasi keterlibatan aktif ASEAN dalam memediasi konflik.

"ASEAN telah menunjukkan peran signifikan dalam deeskalasi konflik ini. Kami menyambut baik segala upaya perdamaian di kawasan," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing.

Kesepakatan ini menandai harapan baru bagi hubungan bilateral Kamboja dan Thailand serta memperkuat kerja sama diplomatik di Asia Tenggara. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner
wwwwww