Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
6 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Opini

Dukungan Tak Diakui, Sponsor Bongkar Kopdes Merah Putih Tuban

Dukungan Tak Diakui, Sponsor Bongkar Kopdes Merah Putih Tuban
Proses pembongkaran Kopdes Merah Putih Desa Pucangan, Tuban, Jawa Timur. (Foto: bangsaonline).
Rabu, 23 Juli 2025 09:56 WIB

JAKARTA – Kekecewaan sponsor terhadap pernyataan saat peresmian membuat Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dibongkar. Sponsor menarik aset dan memutus kontrak setelah kontribusinya tidak diakui dalam forum resmi.

Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, selaku sponsor, resmi memutus kerja sama dengan Kopdes tersebut melalui surat bernomor 002/032/Perkom-PPSD/VII/2025 kepada Kepala Desa Pucangan.

Direktur lembaga, Anas Al Khifni, menjelaskan bahwa sejak awal pendampingan hingga peresmian pada Senin (21/7/2025), seluruh dukungan berasal dari pihaknya.

"Kami kecewa, karena dalam forum resmi bersama Presiden, disebut yang mendukung adalah BUMN dan PT Pupuk Indonesia. Padahal kami yang bekerja selama hampir dua tahun," ucapnya, Rabu (23/7/2025).

Ia menegaskan pernyataan tersebut menciderai komitmen bersama dan tak mencerminkan fakta di lapangan. Maka, seluruh dukungan ditarik dan akan dialihkan ke wilayah lain.

"Kami tetap mendukung gerakan Kopdes Merah Putih dari Presiden. Kini dukungan kami akan difokuskan ke Gresik, Palang Tuban, Rengel Tuban, dan Baureno Bojonegoro," jelasnya.

Direktur Sarana dan Prasarana lembaga, Mohammad Khomsun, menambahkan bahwa pihak desa telah mengakui kesalahan mereka.

"Mereka menyampaikan permintaan maaf karena gugup saat bicara dengan Presiden. Tapi tetap saja, menyebut pihak yang tak pernah mendukung adalah sebuah kesalahan besar," katanya.

Video pembongkaran fasilitas Kopdes pun menyebar luas. Seluruh properti yang menampilkan Presiden Prabowo diturunkan, dua hari usai peluncuran nasional Kopdes Merah Putih di 80 ribu titik. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Opini
wwwwww