Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
7 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Bahaya Tersembunyi Suplemen Populer: Blackmores Terancam Gugatan Massal

Bahaya Tersembunyi Suplemen Populer: Blackmores Terancam Gugatan Massal
Suplemen Blackmores disebut memiliki kandungan vitamin B6 yang berlebihan sehingga bisa merusak saraf. (foto: dok. blackmores indonesia)
Rabu, 23 Juli 2025 11:58 WIB

JAKARTA – Kasus dugaan keracunan akibat suplemen Blackmores mulai mencuat ke permukaan dengan nada peringatan keras: tak semua produk kesehatan aman dikonsumsi, meski berlabel terpercaya. Polaris Lawyers, firma hukum ternama di Australia, tengah mempersiapkan gugatan class action atas dugaan kandungan vitamin B6 berlebih yang memicu cedera saraf permanen.

Perhatian publik tertuju pada kisah Dominic Noonan-O’Keefe, pria yang niatnya menjaga kesehatan berubah menjadi tragedi setelah mengonsumsi Super Magnesium+ dan Ashwagandha+ dari Blackmores sejak Mei 2023. Hanya dalam tiga bulan, ia mengalami kelelahan ekstrem, kejang otot, hingga kehilangan kemampuan berjalan. Diagnosa medis mengungkap: neuropati akibat overdosis vitamin B6.

“Produk tersebut mengandung vitamin B6 hingga 29 kali dari batas konsumsi harian yang disarankan,” ungkap Polaris Lawyers melalui pernyataan resminya, Selasa (22/7/2025). Ini menimbulkan pertanyaan serius tentang pengawasan dan tanggung jawab produsen.

Pendiri Polaris, Nick Mann, menyebut bahwa laporan serupa terus bermunculan, dan jumlah korban bisa mencapai ratusan. “Kami siap memperjuangkan hak konsumen yang merasa dirugikan oleh suplemen ini. Gugatan class action adalah langkah hukum yang adil bagi korban yang mengalami dampak jangka panjang,” tegasnya.

Fokus dari gugatan ini bukan semata pada jumlah kandungan vitamin B6 yang kelewat tinggi, tetapi pada kelalaian produsen dalam memberikan informasi yang memadai kepada konsumen. Polaris menyatakan bahwa label dan petunjuk konsumsi pada produk Blackmores tidak memperingatkan dengan jelas tentang risiko overdosis.

Mann menggarisbawahi, “Setiap produsen wajib memastikan produk mereka aman. Sertifikasi dari otoritas bukanlah tameng untuk mengabaikan tanggung jawab terhadap keselamatan publik.”

Sementara Blackmores belum memberikan pernyataan resmi atas persiapan gugatan tersebut, publik dan pengamat hukum kini menyoroti bagaimana perusahaan besar menyikapi tanggung jawabnya saat kepercayaan mulai terguncang.

Apakah gugatan ini akan menjadi momen peringatan bagi industri suplemen di Australia dan dunia? Ataukah justru membuka kotak pandora soal lemahnya regulasi dalam industri kesehatan global?. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner, Kesehatan, Binawidya
wwwwww