Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
11 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
56 menit yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
53 menit yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
6
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
50 menit yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Home  /  Berita  /  Opini

Video Viral Ungkap Aksi Brutal, Siswa Baru Jadi Korban Kekerasan di Sekolah Blitar

Video Viral Ungkap Aksi Brutal, Siswa Baru Jadi Korban Kekerasan di Sekolah Blitar
Selasa, 22 Juli 2025 09:12 WIB

SURABAYA – Kekerasan terhadap siswa baru kembali mencoreng dunia pendidikan. Seorang pelajar kelas 7 SMP Negeri 3 Doko, Kabupaten Blitar, menjadi korban pengeroyokan oleh sesama siswa saat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Video peristiwa ini viral di media sosial dan menuai kecaman publik.

Dalam video berdurasi singkat yang beredar, korban tampak bersandar pasrah di dinding sekolah, dihujani pukulan dan tendangan oleh sejumlah siswa lain. Tidak ada perlawanan, sementara rekaman menunjukkan adanya siswa yang memimpin jalannya kekerasan. Sorakan, makian, dan provokasi terdengar jelas dari para pelaku.

Peristiwa itu terjadi Jumat (18/7/2025) saat kegiatan kerja bakti sekolah berlangsung. Ironisnya, tidak ada guru atau petugas sekolah yang tampak menghentikan aksi tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Adi Andaka, membenarkan kejadian itu dan mengatakan timnya telah turun langsung ke lokasi untuk menyelidiki. "Tim sudah di lapangan untuk klarifikasi dan mediasi," katanya, Senin (21/7/2025).

Pada Sabtu (19/7/2025), pihak dinas mempertemukan keluarga korban dan pelaku dalam forum mediasi yang juga dihadiri Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perangkat desa. Keluarga korban meminta agar pelaku dibina langsung oleh aparat.

"Permintaan itu disepakati oleh semua pihak. Kasus ini diselesaikan dengan pendekatan kekeluargaan," ungkap Adi.

Meski korban tidak mengalami luka serius, peristiwa ini membuka kembali perbincangan tentang lemahnya pengawasan dan pencegahan perundungan di sekolah, terutama selama masa orientasi siswa baru. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:gelora.co
Kategori:Opini
wwwwww