Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
20 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
3
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
4
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
5
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Cendekia
23 jam yang lalu
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Home  /  Berita  /  Cendekia

TNI Siap Hadapi Mafia Lahan, Panglima Tegaskan Kedaulatan Negara Tak Bisa Ditawar

TNI Siap Hadapi Mafia Lahan, Panglima Tegaskan Kedaulatan Negara Tak Bisa Ditawar
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Rabu, 9 Juli 2025/Ist.
Kamis, 10 Juli 2025 07:19 WIB

JAKARTA – TNI menunjukkan sikap tegas dalam menghadapi perambahan hutan ilegal. Melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), sebanyak 394.547 hektare kawasan hutan hasil penguasaan kembali diserahkan ke PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dalam acara resmi di Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2025).

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto hadir bersama Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam prosesi penyerahan Tahap III ini. Ia menegaskan bahwa TNI akan terus mendukung langkah strategis pemerintah dalam memulihkan hutan negara dari tangan-tangan yang merusak.

“Ini bukan sekadar penertiban. Ini pemulihan kedaulatan negara atas aset strategis,” kata Jenderal Agus.

Sejak Satgas PKH dibentuk berdasarkan Perpres Nomor 5 Tahun 2025, lebih dari 2 juta hektare lahan ilegal—termasuk kebun sawit, HTI, hingga taman nasional—berhasil dikembalikan ke negara. TNI memainkan peran sentral sebagai garda pengamanan operasi tersebut.

Penyerahan lahan dilakukan secara bertahap untuk dimanfaatkan secara sah dan terukur. Lahan yang dinilai produktif akan dikelola oleh BUMN, seperti PT Agrinas Palma Nusantara, guna mendukung ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu pencapaian utama Satgas PKH adalah penguasaan kembali Taman Nasional Tesso Nilo yang sempat rusak berat akibat aktivitas ilegal selama dua dekade.

Dari sisi pendapatan negara, operasi ini juga berdampak signifikan. Penerimaan negara dari pajak dan PBB kawasan ilegal mencapai Rp615 miliar, memperlihatkan bahwa penegakan hukum juga bisa berdampak langsung terhadap anggaran negara.

Dengan pelibatan penuh pimpinan TNI—Panglima sebagai Wakil Ketua II Pengarah dan Kasum TNI Letjen Richard Tampubolon sebagai Wakil Ketua I Pelaksana—upaya ini mencerminkan konsistensi negara dalam menegakkan hukum di kawasan hutan.

“Ke depan, tidak ada kompromi terhadap pelanggaran di kawasan hutan negara. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga kedaulatan dan keberlanjutan pembangunan bangsa,” pungkas Panglima. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Cendekia, Balai Kota, Parlemen, Binawidya
wwwwww