Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Lifter Thailand Theerapong Silachai Itu Didikan Lukman

Lifter Thailand Theerapong Silachai Itu Didikan Lukman
Lifter Thailand Theerapong Silachai. (Foto:Facebook)
Kamis, 08 Agustus 2024 01:28 WIB
Penulis: Azhari Nasution
PARIS – Medali perak kelas 61kg yang selama ini menjadi milik Eko Yuli Irawan di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro dan Olimpiade 2020 Tokyo telah berpindah ke lifter Thailand Theerapong Silachai.

Anak didik mantan pelatih angkat besi Indonesia Lukman ini pada penampilan perdana di Olimpiade menempati posisi kedua dengan total angkat 303kg (Snatch 132kg dan Clean and Jerk 171kg).

Medali emas direbut Li Fabin dari China dengan total angkatan 310kg (Snatch 143kg dan Clean and Jerk 167kg) sekaligus mempertajam rekor Snatch 143kg atas namanya sendiri. Dan, perunggu direbut Morris Hampton dari Amerika Serikat dengan total angkatan 298kg (Snatch 126kg dan Clean and Jerk 172kg).

Lukman yang sebelum Olimpiade 2024 Paris sempat dihubungi Gonews.co Group mengakui, ada dua lifter Thailand hasil didikannya yang lolos ke Olimpiade 2024 Paris. Yakni, Theerapong Silachai dan W Wicuma yang berada di kelas 73kg putra bersama Rizki Juniansyah.

“Ya, saya hanya menangani lifter putra. Kebetulan ada dua lifter yang lolos,” kata Lukman yang sempat menyebut bukan hanya dirinya tetapi masseur dari Indonesia juga dikontrak Thailand untuk persiapan angkat besi menuju Olimpiade 2024 Paris.

Salah seorang pengurus angkat besi Thailand dalam postingannya di facebook menyebutkan ini adalah kejutan yang luar biasa untuk medali perak Olimpiade dari angkat besi. “Sejujurnya, sebelum kompetisi, tidak ada yang mengira kami akan finis di posisi kedua,” katanya.

Dia menyebutkan Theeraphong Silachai (20 tahun), seorang pemuda dari Provinsi Sisaket ini baru pertama kali tampil di Olimpiade. Bahkan, dia menyebut Theeraphong tidak dijagokan.

“Banyak orang yang terkejut. Dia bahkan menjadi favorit ke-7 atau ke-8 di kelas 61kg ini. Namun tiba-tiba langit berpihak padanya, ditambah lagi strategi pelatih yang sangat tajam,” pujinya.

Eko Yuli Erawan Legenda Indonesia yang telah berkompetisi dalam angkat besi di Olimpiade sebanyak 4 kali dan memenangkan medali setiap kali. Namun kali ini, yang ke-5 kalinya melakukan clean and jerk, ia gagal sebanyak tiga kali dan tersingkir. “Mungkin karena usianya,” tandasnya. ***

wwwwww