Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Gagal Persembahkan Medali, Eko Yuli Irawan: Saya Tampil dengan Kondisi Tidak 100 Persen

Gagal Persembahkan Medali, Eko Yuli Irawan: Saya Tampil dengan Kondisi Tidak 100 Persen
Eko Yuli Irawan. (NOC Indonesia)
Kamis, 08 Agustus 2024 00:24 WIB
Penulis: Azhari Nasution
PARIS - Lifter kebanggaan Indonesia, Eko Yuli Irawan minta maaf usai tak mampu mempersembahkan medali pada penampilan kelimanya di Olimpiade 2024 Paris.

Tampil di South Paris Arena, Prancis, Rabu (7/8/2024) malam, Eko dinyatakan did not finish (DNF). Di angkatan Snatch, Eko hanya tidak mampu mengangkat barbel seberat 135kg pada angkatan pertama. Kemudian, di angkatan kedua baru bisa diselesaikannya. Tetapi, Eko yang menaikan angkatan menjadi 139kg kembali gagal pada angkatan ketiga.

Di angkatan Clean and Jerk, Eko tidak mampu berbuat banyak. Pada angkatan pertama dan kedua dengan barbel seberat 162kg mengalami kegagalan. Begitu juga dengan angkatan ketiga dengan menaikkan barbel seberat 165kg untuk mengejar medali perunggu.  

Di angkatan ketiga ini, Eko sempat terjatuh dan langsung memegang paha samping kanannya. "Saya tampil dengan kondisi yang tidak 100 persen. Cedera kaki saya belum sembuh tuntas. Lutut sudah dari tahun lalu, kalau yang paha samping kanan baru satu bulan lalu," kata Eko.

"Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia karena belum bisa memberikan medali. Tapi saya sudah mencoba untuk mengeluarkan semua kemampuan saya sampai titik darah terakhir," imbuhnya.

Terkait kondisi Eko, Dokter Tim Indonesia Andhika Raspati mengungkapkan bahwa kondisi Eko tidak terlalu parah. Meski terlihat pincang, tapi Eko dipastikan baik-baik saja.

"Tadi Eko bilang memang ada masalah di paha samping kanan, sudah sekitar sebulan lalu. Tadi sempat ditawarkan untuk dibawa pakai ambulans tapi Eko tidak mau. Kondisinya tidak separah itu, dia masih bisa jalan," ucap Dokter Dhika.

Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Anindya Bakrie mengapresiasi penampilan Eko meski tak pulang membawa medali buat Tim Indonesia.

"Tadi selesai pertandingan saya sempat ketemu Eko, dia bilang mohon maaf belum bisa kasih yang terbaik. Kita lihat sendiri perjuangannya sampai titik darah penghabisan. Eko juga senior tidak muda lagi, lawannya usianya masih muda-muda. Kita terima kasih ke Mas Eko yang sudah tampil di olimpiade kelima," ungkap CdM Anin.

Eko merupakan olimpian dengan empat medali dari empat edisi Olimpiade berbeda. Pada debutnya di Olimpiade 2008 Beijing, lifter asal Lampung itu meraih medali perunggu.

Di Olimpiade London 2012, Eko kembali meraih perunggu. Untuk kali ketiga tampil di Olimpiade, Rio de Janeiro 2016, Eko berhasil meraih perak dan mengulang capaiannya di Olimpiade 2020 Tokyo.

Sedikitnya ada empat lifter yang tidak bisa melanjutkan Clean and jerk di kelas 61kg. Adalah Ivan Petkov Dimov (Bulgaria), Segio Massidda (Italia), Vinh van Trinh (Vietnam) dan John Febuar Ceniza (Republik Ceko).

Medali emas di kelas 61kg direbut musuh berbuyutannya Li Fabin dari China dengan total angkatan 310kg sekaligus mempertajam rekor Snatch 143kg atas namanya sendiri. Medali perak diraih Theerapong Silachai dari Thailand dengan total angkatan 303kg dan perunggu direbut Morris Hampton dari Amerika Serikat dengan total angkatan 298kg. ***

wwwwww