Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
16 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
20 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Cendekia

19 Sampel Diambil dari Jenazah Afif dan akkan Diperiksa di Labor FK UI dan Unair

19 Sampel Diambil dari Jenazah Afif dan akkan Diperiksa di Labor FK UI dan Unair
Proses ekshumasi jenazah Afif Maulana di TPU Tanah Sirah, Padang, Kamis (8/8/2024). (Kompas.com/ Perdana Putra)
Kamis, 08 Agustus 2024 20:48 WIB
PADANG – Ketua tim ekshumasi dan autopsi ulang jenazah Afif Maulana, Ade Firmansyah Sugiharto, mengungkapkan, tim mengambil 19 sampel dari tubuh Afif. Terdiri dari 3 sampel jaringan keras (tulang) dan 16 sampel jaringan lunak.

"Sampel ini kita ambil untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Ketua Ade kepada wartawan, Kamis (8/8/2024) di RSUP M Djamil Padang, seperti dikutip dari Kompas.com.

Ade menuturkan, pemeriksaan lanjutan itu berupa histopatologi forensik dan diatom. Pemeriksaan histopatologi forensik akan dilaksanakan di laboratoriun Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Sedangkan pemeriksaan diatom, ada dua pilihan, yaitu Puslabfor Mabes Polri dan Laboratorium Forensik Universitas Airlangga.

"Kenapa kami memilih tempat-tempat itu, karena kami meyakini labor itu mampu menangani sampel demikian sehingga bisa mengeluarkan hasil yang valid," jelas Ade.

Akhirnya Diekshumasi

Sebelumnya diberitakan, setelah menunggu sangat lama, permintaan pihak keluarga agar jenazah Afif Maulana diekshumasi, akhirnya terlaksana. Proses ekshumasi jenazah 13 itu digelar di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Sirah, Lubuk Begalung, Padang, Sumatra Barat, Kamis (8/8/2024).

Dikutip dari Kompas.com, usai diekshumasi, jenazah Afif dibawa ke RSUP M Djamil Padang untuk diolautopsi. Autopsi dilaksanakan di ruangan instalasi forensik RSUP M Djamil Padang yang dipimpin tim forensik dari Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI). Tim diketuai Ade Firmansyah Sugiharto dari Universitas Indonesia/RSCM.

Sekretaris tim Baiti Hadayanti dari PB PDFMI, anggota Rika Susanti dari PDFMI Sumbar, Sigit Kirana dari Universitas Diponegoro, dan Ardiansyah Lubis dari Universitas Sumatera Utara. Sementara, dari Pusdokkes ada Brigjen Pol Sumiestri dan Brigjen Pol (Purn) Pramu Joko.

Penggalian makam Afif dilakukan mulai pukul 08.10 WIB dan dijaga seratusan aparat kepolisian sejak pukul 07.00 WIB.

Di lokasi juga tampak banyak warga yang hadir, ingin menyaksikan proses ekshumasi.

"Kita ingin lihat prosesnya seperti apa. Kasus ini tengah viral dan kita ingin melihatnya," kata Rudi (40), salah seorang warga, di lokasi.

Proses ekshumasi memang terbuka untuk umum seperti yang dikatakan Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan saat jumpa pers di Mapolresta Padang, Rabu (7/8/2024).

Tampak pula hadir Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono beserta pejabat utama Polda Sumbar, Ketua Kompolnas Benny Mamoto, Lembaga Perlindungan Saksi (LPSK), keluarga Afif, dan lembaga serta instansi lainnya.

Ekshumasi jenazah Afif merupakan permintaan keluarga, karena menduga Afif wafat karena dianiaya polisi saat diamankan karena dituduh sebagai pelaku tawuran di Padang beberapa waktu lalu.

Sementara Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono mengatakan, Afif tewas karena terjun dari atas jembatan. Suharyono juga menyebut Afif tak pernah ditangkap dan dibawa ke kantor polisi. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:kompas.com
Kategori:Cendekia, Binawidya, Kulim
wwwwww