Founder Football Institute Ingatkan Liga 1 Jangan Jadi Tempat "Sampah" Pemain Asing Tak Berkualitas
![]() |
| Budi Setiawan. (Dok, Pribadi) |
Penulis: Azhari Nasution
"PSSI harus memperketat regulasi dan implementasi pemain asing. Jangan sampai Liga 1 hanya menjadi tempat "sampah" bagi pemain asing yang sudah masuk usia uzur atau sudah tidak diminati klub-klub luar negeri," kata Budi Setiawan di Jakarta, Sabtu (3/8/2024).
Peringatan ini dilontarkan Budi Setiawan cukup beralasan. Karena, dia melihat adanya indikasi pemain asing yang tidak terverifikasi terukur. Contohnya, pemain asal Brasil Alan Bernardon (PSS Sleman). Dia sebenarnya bermain untuk Cascavel-PR (Serie D Brasil).
Sebelum bergabung PSS Sleman dalam 1 musim kompetisi 2023/2024, Alan Bernandon tercatat bermain di 4 klub. Di klub Cascavel PR (Seri D Brasil), dia tercatat hanya bermain 180 menit atau 2 kali penampilan.
"Jika pemain dengan statistik seperti ini bisa bermain di Liga 1 lalu transfer knowledge apa yang mau diberikan kepada Liga 1? Bukankah lebih baik memberikan kesempatan kepada pemain lokal?," imbuhnya.
Di tengah sorotan PSS Sleman menanti hukuman sidang komdis untuk kasus match fixing, kata Budi Setiawan, PSS Sleman kembali memberikan contoh perekrutan pemain asing yang tidak memikirkan kualitas Liga 1.
Terkait penggunaan pemain asing, kata Budi, idealnya verifikasi pemain asing bukan hanya berdasarkan strata liga dan negara yang berlaku umum, tetapi juga minutes of played pemain asing tersebut. Tujuannya, menjaga kualitas pemain asing yang masuk ke Indonesia sehingga peningkatan kualitas Liga 1 bisa terwujud. ***
| Kategori | : | Gelanggang, Mimbar Bertuah, Binawidya |











