Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
22 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
3
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
4
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
22 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
5
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Presiden NOC Indonesia Sebut Olahraga Bagian Dari Cara Menjaga Ketahanan Nasional

Presiden NOC Indonesia Sebut Olahraga Bagian Dari Cara Menjaga Ketahanan Nasional
Raja Sapta Oktohari bersama Plt Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI Eko Margiyono. (NOC Indonesia)
Senin, 15 Juli 2024 19:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari menerima Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Letjen TNI Eko Margiyono di International Hall, NOC Indonesia Jakarta, Senin (15/7/2024).

Ini merupakan kelanjutan dari pertemuan yang telah dilakukan sebelumnya di Lemhannas. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk bekerja sama dengan menjadikan olahraga sebagai bagian dari cara menjaga ketahanan nasional.

Salah satunya adalah dengan melakukan kajian terhadap tata kelola olahraga di Indonesia yang harus berdasarkan prinsip nilai-nilai kebangsaan.

"Kami ingin bekerja sama lebih lanjut dengan Lemhannas untuk membuat kajian-kajian lebih dalam terkait pembinaan prestasi olahraga Indonesia secara keseluruhan. Kepentingan kita yang paling besar adalah menjaga Merah Putih," kata Okto.

"Pemikiran tentang prestasi olahraga bukan hanya ada di NOC Indonesia dan cabang olahraga, tapi juga semua stakeholder dan elemen masyarakat termasuk Lemhannas di mana hasil akhirnya adalah berapa banyak medali yang bisa kita dapatkan di dan berapa banyak atlet yang bisa lolos kualifikasi di  Olimpiade berikutnya," lanjutnya.

Dari pertemuan tersebut, Lemhannas akan membentuk tim kecil untuk membuat kerangka kajian. Lanjut Okto, olahraga memiliki parameter, waktu, dapat terukur secara kuantitatif dan kualitatif sehingga setiap progress yang dilakukan dapat terlihat.

"Tadi ada pembahasan bahwa jangan sampai gara-gara olahraga kita dijajah oleh aturan lain. Kita juga harus clear, mana yang kepentingan nasional, dan bagaimana kita juga melakukan penyesuaian dengan statuta yang dibuat dari luar, tapi semuanya bisa berjalan seiringan. Ujung akhirnya adalah prestasi olahraga Indonesia itu semakin meningkat secara signifikan," tegas Okto.

Sementara itu, Plt Gubernur Lemhannas mengungkapkan keprihatinanya terhadap kondisi organisasi cabang olahraga Indonesia yang masih terjadi dualisme maupun konflik internal. Kondisi ini menjadikan atlet sebagai korban utama yang akhirnya membuat prestasi terbaik sulit untuk dicapai.

"Kami hanya ingin mengingatkan kembali bahwa melalui olahraga bendera Merah Putih bisa berkibar dan lagu indonesia raya bisa berkumandang di negara lain, nah itulah dasar pemikiran kita, kita ingin olahraga kita makin maju," ujar Eko.

"Tadi juga sudah dibahas jangan sampai justru olahraga kita mandek karena terjadi kepengurusan yang ganda atau ribut sehingga olahraga kita stuck di situ saja. Initnya kami dari Lemhannas ingin melakukan kajian secara menyeluruh. Kami juga bisa memberikan pemantapan nilai-nilai kebangsaan tidak hanya kepada atlet, tetapi juga stakeholder terkait. Nanti akan ada tim kecil yang menindaklanjuti kegiatan ini," tutup Eko. ***

wwwwww