Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
16 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
6 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Gelanggang

La Paene Masara : Menyedihkan Nasib Tinju Amatir Indonesia

La Paene Masara : Menyedihkan Nasib Tinju Amatir Indonesia
Petinju perempat finalis Olimpiade 1996 Atlanta, La Paene Masara. (Ist)
Kamis, 02 Mei 2024 15:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Petinju perempat finalis Olimpiade 1996 Atlanta, La Paene Masara mengatakan menyedihkan Nasib tinju amatir Indonesia. Pasalnya, Indonesia hampir 20 tahun sudah tidak pernah meloloskan lagi petinjunya ke Olimpiade.

“Sebagai mantan petinju saya melihat dunia tinju amatir Indonesia sangat menyedihkan. Bukan hanya tidak mampu meloloskan petinju ke Olimpiade selama 20 tahun tetapi tidak mengirimkan petinju ke babak kualifikasi Olimpiade,” kata La Paene Masara di Jakarta, Kamis (2/5/2024).

Terakhir petinju Indonesia yang tampil adalah Bonix Saweho di Olimpiade 2004 Athena. Namun, kata La Paene, Bonix tampil dengan fasilitas wild card sedangkan petinju terakhir lolos melalui kualifikasi yakni dirinya dan Hermensen Ballo di Olimpiade 2000 Sydney.

“Terakhir yang lolos itu saya dan Hermensen Ballo melalui Kejuaraan Tinju King’s Cup 2000 Bangkok yang juga babak kualifikasi Olimpiade 2000 Sydney. Saya meraih medali emas kelas 48kg dan Ballo meraih perunggu (the best three),” kata La Paene.

Cabang olahraga tinju termasuk cabor andalan. Bukan hanya menjadi langganan Olimpiade tetapi sudah mampu mengukir prestasi. Selain La Paene, petinju yang lolos perempat finalis Olimpiade adalah Ferry Moniaga (Olimpiade 1984  Los Angeles) dan Albert Papilaya (Olimpiade 1992 Barcelona).

“Terakhir yang lolos itu saya dan Hermensen Ballo melalui Kejuaraan Tinju King’s Cup 2002 Bangkok yang juga babak kualifikasi Olimpiade 2000 Sydney. Saya meraih medali emas kelas 48kg dan Ballo meraih perunggu (the best three),” kata La Paene.

Menurut La Paene, PB Pertina di bawah kepemimpinan Komarudin Simanjuntak harusnya mempelajari kesuksesan kepengurusan terdahulu dimana banyak menggelar kejuaraan Tingkat nasional dan aktif mengikuti event internasional.

“Bukan hanya menggelar kejuaraan nasional yang minim tetapi mengirim petinju ke event internasional pun tidak terdengar. Tidak hanya itu, pelatnas pun tidak digelar,” kata La Paene Masara. ***

wwwwww