Kemenpora Gelar Program PPKPRT Atasi Resiko Perkawinan Usia Muda
![]() |
| Asdep Kepemimpinan Pemuda, Subroto Ak, MM, CGRV saat membuka Talkshow PKPRT. (Humas Kemenpora) |
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Dalam upaya peningkatan kualitas keluarga dan untuk mendukung kenaikan nilai indeks pembangunan pemuda (IPP) pada domain gender dan diskriminasi, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar Talkshow “Pelatihan Kepemimpinan Pemuda dalam Rumah Tangga (PKPRT)” yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, 22-23 Juni 2023.
Kegiatan yang diinisiasi Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora bertujuan memberikan solusi untuk mengatasi risiko-risiko masalah perkawinan usia muda melalui program PKPRT yang berupaya memfasilitasi pemuda dengan literasi ketahanan keluarga (Hukum dan Psikologi Perkawinan serta Kesehatan Reproduksi).
Asisten Deputi (Asdep) Kepemimpinan Pemuda, Subroto Ak, MM, CGRV yang mewakili Deputi Bidang Pengembangan Pemuda mengatakan, program PKPRT adalah konsen Kemenpora dalam hal mengangkat domain gender dan diskriminasi serta domain Kepemimpinan dan Partisipasi dengan harapan mencapai nilai 57,7.
Dalam pelatihan PKPRT ini, kata Subroto, Kemenpora mencoba memberdayakan peran pemuda untuk kelangsungan Generasi Emas Indonesia di tahun 2045. Tujuannya, mempersiapkan pemuda dalam membentuk rumah tangga yang berkarakter, berdaya saing dan berwawasan.
Menurut Subroto, Kemenpora dengan anggaran yang terbatas punya kewajiban membina pemuda (16-30 tahun) sesuai UU Kepemudaan Nomor 40 Tahun 2009. Apalagi, tingkat kenakalan remaja sekarang sudah jadi sebuah patologis sosial seperti disebut pengamat sosial Rita Zahra.
"Kemenpora menginisiasi terbitnya Perpres No 43 Tahun 2022 tentang Koordinasi sinergi lintas sektoral pelayanan kepemudaan. Dalam amanah Perpres ini Kemenpora bersinergi dengan Kementerian/Lembaga maupun Pemerintah Daerah (Dispora Kabupaten/Kota) yang mengurusi kepemudaan," jelasnya.
Kegiatan Talkshow yang diikuti Pemuda Kristen binaan Bimas Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Ikatan Pelajar NU, GMKB Jakarta, dan Staf Khusus Kemenpora ini mengundang para narasumber dari kalangan anak muda yang sering tampil di pertelevisian dan pegiat teknologi digital. Yakni, Chaerany Putri (Tenaga Ahli Inovasi Digital Kemenpora) dan Maudy Mikha M.Tambayong (Tenaga Ahli Komunikasi Publik Kemenpora).
Sementara itu, Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia, Asrori S.Karni S.Ag.M.H dan Reza Indragiri Amriel, M.Crim. dari Yayasan Lentera Anak Indonesia membawakan materi diskusi panel tentang "Hukum Perkawinan dan Kesehatan Reproduksi." ***
| Kategori | : | Kabar Bertuah, Balai Kota, Gelanggang, Binawidya |











