Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
11 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Ahli IT Miris dengan Pendapatan Driver, Gojek Jawab Begini

Ahli IT Miris dengan Pendapatan Driver, Gojek Jawab Begini
Tampilan order di aplikasi Gojek dalam unggahan Teguh Aprianto. gambar: Ist./Twitter/@secgron)
Rabu, 17 Mei 2023 18:58 WIB
JAKARTA - Ahli IT (Information Technology) Teguh Aprianto mengaku miris dengan pendapatan driver ojol (ojek online) Gojek dan mempertanyakan skema bagi hasil driver dengan perusahaan Gojek. Sikap Teguh ini diketahui dari unggahannya di akun twitter @secgron yang dipantau Rabu (17/5/2023).

Dalam cuitannya Teguh bertutur, mulanya dia memesan jasa Gojek lalu mendapat notifikasi bahwa driver harus mengantar order pelanggan lain terlebih dahulu.

Baca Juga: Gegara Merek GoTo, Gojek dan Tokopedia Digugat Rp1,8 T 

Baca Juga: Di depan CEO dan Direksi Tokopedia, Gojek, Bukalapak, Shopee, Intan Fauzi Minta 'Balas Budi' Hubungkan UMKM Dengan Industri Besar

"Gue awalnya pas dapat notif kalau driver harus nganterin orderan ke alamat yg pertama dulu senang, karena mikirnya driver bakalan dibayar 2 kali. Eh pas bapaknya datang & tau kalau dia cuma dapat Rp. 2.800 padahal gue bayar untuk delivery itu normal Rp. 13.000 malah jadi miris," kata Teguh sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

"Di orderan kedua driver cuma dapat Rp. 2.800 dari Rp. 13.000. Ini benar kalian begini
@gojekindonesia?" tanya Teguh.

Baca Juga: Jadi Pesaing GoJek dan Grab, AirAsia Luncurkan Super App, Mulai Taksi Online Hingga Fintech 

Baca Juga: Gojek Semakin Aman dengan Fitur Verifikasi Muka Mitra Driver 

Teguh bertutur, yang ditugaskan untuk pengantaran ke 2 alamat itu driver, driver juga yang menunggu 2 orderan tersebut. "Seharusnya driver dapat bayaran normal di kedua orderan tersebut."

"Masa yang pertama doang dibayar normal lalu di orderan kedua platform ngambil bagian sampai lebih dari 78%?" tukas Teguh.

Teguh melanjutkan tanyanya, "Dari resto kalian udah ambil bagian 20% + Rp. 1000 per transaksi. Dari driver 20%. Lalu dari customer udah dibeban platform fee. Masih kurang sampai harus mengambil bagian driver yg pickup double order?"

Menjawab pertanyan-pertanyaan Teguh, @gojekindonesia menjawab, doble pickup sebagaimana yang dialami Teguh diberlakukan untuk efisiensi.

"Hi Kak, untuk menjaga keseimbangan jumlah driver dan tingkat pesanan pada jam tertentu, order pelanggan digabung bersama order lain yang berdekatan secara lokasi agar mitra driver juga dapat menjalankan order lebih efisien dari segi waktu. (1)" jawab @gojekindonesia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kabar Bertuah
wwwwww