Kesabaran Iwan Bule Dan Piala Dunia U 20 Tahun 2023
![]() |
Penulis: Azhari Nasution
Berbagai pihak pun ikut berbicara soal Tragedi Kanjuruhan. Termasuk orang-orang yang tidak memahami bahkan orang-orang yang merasa bersih padahal pernah ikut andil membuat dualisme kompetisi yang mengakibatkan PSSI terkena sanksi FIFA. Bahkan, mereka pun mengeluarkan suara nyaring tentang Kongres Liar Biasa (KLB).
Sepertinya, mereka tidak peduli dengan perasaan Iwan Bule, panggilan akrabnya, yang hanya bisa diam dan tidak pernah melontarkan kalimat pembenaran atau menyalahkan pihak lain atas Tragedi Kanjuruhan tersebut.
Begitu juga saat dirinya tidak diikutertakan ketika Presiden FIFA, Giani Infantino bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Padahal, Iwan Bule jelas memahami PSSI itu tercatat sebagai anggota resmi FIFA.
Semua sepertinya terlalu gampang melupakan sepak terjang Iwan Bule yang telah menunjukkan hasil kinerjanya dimana prestasi Tim Nasional Sepakbola Indonesia mengalami peningkatan.
Gelar juara Piala AFF U 16/2022, Timnas U 20 dam Timnas Senior lolos ke Piala Asia 2023 tertutup dengan teriakan KLB yang menjadi syarat untuk mendapatkan ijin kompetisi yang dihentikan setelah Tragedi Kanjuruhan.
Yang lebih menyakitkan lagi ada upaya penggiringan opini tentang sosok yang pantas atau tepat memimpin PSSI dalam KLB yang rencananya akan dilakukan Februari 2022. Padahal, masa kepengurusan PSSI pimpinan Iwan Bule baru berakhir November 2023.
Apakah setelah digelar KLB itu Tragedi Kanjuruhan akan selesai? Jawabnya. Belum tentu. Lantas adakah jaminan bahwa pengganti Iwan Bule bisa membawa sepakbola Indonesia lebih baik lagi? Belum tentu juga jawabnya.
Mungkin tidak ada salahnya jika kita melihat perjalanan Iwan Bule sejak terpilih menjabat Ketua Umum PSSI periode 2019-2023. Bukan hanya melihat kesuksesannya menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U 20 tahun 2022 yang diundur menjadi tahun 2023 tatkala dunia dihantam pandemi Covid-19. Tetapi, kita juga harus melihat kepiawaiannya menjalankan organisasi selama dua tahun tanpa kompetisi akibat pandemi Covid-19 tersebut.
Dalam sejarah sepakbola Indonesia semua pasti memahami untuk menjabat sebagai Ketua Umum PSSI harus mendapat restu dari orang nomor satu. Tak terkecuali Iwan Bule.
Tak ada salahnya jika stake holder sepakbola Indonesia mempertahankan keberadaannya hingga periodenya berakhir November mendatang. Paling tidak Iwan Bule bisa menuntaskan programnya dan punya waktu untuk mencari jalan keluar bagaimana membantu keluarga korban Tragedi Kanjuruhan dan membersihkan citra sepakbola Indonesia di mata masyarakat dan juga masyarakat internasional.
Penulis: Azhari Nasution, Wartawan Gonews,co Group ***
| Kategori | : | Gelanggang, Mimbar Bertuah, GoNews Group |









