PKB Bicara soal Koalisi Naga Merah
![]() |
| Ilustrasi naga merah. (gambar: ist./blogspot) |
JAKARTA – Koalisi Semut Merah yang digagas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berpotensi menjadi semakin besar, menyusul rencana bergabungnya Partai Demokrat. Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan pada Sabtu (18/6/2021), bahwa komunikasi politik terus berjalan diantara partai politik (parpol).
"Saat ini, masih ada beberapa parpol yang belum menentukan pasangan koalisi sementara mereka tidak bisa mengusung pasangan calon sendiri sehingga mau tidak mau harus berkoalisi," kata Jazilul sebagaimana dikutip GoSumbar.com.
Baca Juga: Kata PKB soal Demokrat Gabung Koalisi: Deklarasi Tinggal Tunggu Waktu
Baca Juga: Ogah Koalisi dengan Partai 'Gajah', PKB Ingin Cari Parpol Sederajat
Selain Demokrat, jelas Jazil, ada pula Partai Nasdem dan Gerindra yang belum menentukan pasangan koalisi. Sementara parpol yang sudah membentuk koalisi yakni Partai Golkar, PPP, dan PAN yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
"Di antara parpol-parpol yang ada, hanya PDIP yang bisa mengusung paslon capres-cawapres tanpa harus berkoalisi," ujarnya.
Baca Juga: Soal Pilpres, Sekjen PDIP: Kita Bukan Cari Sosok dengan Elektoral Tinggi
Baca Juga: Relawan Ganjar Ancam Gembosi Suara PDIP di 2024: Tak akan Sampai 10%
Jazil mengatakan, jika Demokrat, Nasdem dan Gerindra yang saat ini belum menentukan pasangan koalisi bisa bergabung menjadi satu dalam barisan PKB dan PKS maka konstelasi politik nasional akan berubah total.
"Kalau ada nanti tambahan siapa, kan masih banyak. Nasdem belum, Demokrat belum, Gerindra belum. Nah, kalau ini tiba-tiba gabung, bukan Semut Merah itu, tapi bisa jadi Koalisi Naga Merah," ujar Jazil.
Baca Juga: Legislator Golkar Sayangkan Deadlock-nya RUU Penanggulangan Bencana
Baca Juga: Puluhan UMKM Ramaikan Bazar Golkar Jelang Ramadan
Sebelumnya, istilah Koalisi Semut Merah yang digagas PKB dan PKS muncul karena keduanya sama-sama parpol menengah. Kendati kecil, jika ada banyak partai kecil yang bergabung maka akan menjadi besar. Selama ini, partai-partai kecil ketika menjalin koalisi dengan 'partai gajah' disebut Gus Jazil kurang mendapatklan peran dalam koalisi.
"Kan kita sering berkoalisi dengan gajah di satu tempat, semutnya juga gak dapat peran apa-apa," ungkapnya.
Baca Juga: Jumlah Skor Capres Idola 34 DPW NasDem: Anies 32, Ganjar 29, Andika Perkasa 13
Baca Juga: Nama Prabowo dan AHY Hilang, NasDem: Kalau Belum Jodoh Enggak Mungkin Kawin Paksa
Jazil mengatakan, tidak masalah jika nantinya partai-partai kecil bertarung dengan partai gajah pada Pilpres 2024, asalkan pertarungan berlangsung sportif dan tanpa saling curiga.
"Semut merah ini kan bisa masuk ke lubang-lubang kecil. Tapi kendati kecil kalau menggigit sakit juga," kelakarnya.
Baca Juga: Demokrat dan PAN tak Buru-buru Tentukan Capres-Cawapres, Anies-AHY Menarik?
Baca Juga: Selalu Unggul di Lembaga Survei Pilpres, Demokrat Akui Duet Anies -AHY Terbuka Lebar
Mengenai koalisi dengan Demokrat, Jazil mengatakan bahwa deklarasi koalisi akan dilakukan ketika sudah menemukan waktu yang tepat. "Ini kan baru komunikasi, pacaran, soal deklarasi, soal pengumuman, itu kan soal teknis saja, tidak ada yang terburu-buru. Tentu kalau kita mau deklarasi, ya nyari hari yang baik, nyari yang suasanya terang, enggak mendung-mendung begini," ujarnya.
Jazil mengatakan bahwa wacana koalisi ini perlu disampaikan agar publik mengetahui bahwa komunikasi politik di antara partai-partai terus berjalan, termasuk antara PKB, PKS, dan Demokrat. Menurutnya, PKB ingin membangun koalisi yang memang betul-betul diharapkan oleh rakyat dan yang memiliki peluang menang.
Baca Juga: Kemendagri Serahkan Rp6,3 Miliar Jatah PPP
Baca Juga: Wawako Payakumbuh Erwin Yunaz Resmi Gabung dengan PPP
"Karena PKB ini setiap mendukung itu mesti menang. Nah untuk kali ini jangan sampai mitos ini hilang, kita hati-hati, jadi kita lihat kanan, lihat kiri," tuturnya.***











