Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
4 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
5
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Usai Liga Tenis Meja Indonesia, Singgih Cup XIX Digelar

Usai Liga Tenis Meja Indonesia, Singgih Cup XIX Digelar
Jum'at, 17 Juni 2022 20:21 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Setelah sukses menggelar Liga Tenis Meja Indonesia 2022, Singgih Yehizkiel kembali melakukan gebrakan dengan menggelar Turnamen Tenis Maja Singgih Cup XIX/2022 yang akan berlangsung di GOR Jatinangor Bandung, Jawa Barat, 24-26 Juni 2022.

Kali ini, mantan Direktur Sirkuit Laga Utama (Silatama) menggelar Turnamen Tenis Maja Singgih Cup XIX/2022 yang akan berlangsung di GOR Jatinangor Bandung, Jawa Barat, 24-26 Juni 2022. 

"Tenis meja itu olahraga masyarakat seperti halnya sepakbola dan bulutangkis. Jadi, eventnya tidak boleh padam meski kemelut dualisme organisasi belum juga tuntas. Singgih Cup ini mulai digelar tahun 2020 saat masa pandemi Covid 19," kata Ketua Panitia Pelaksana Singgih Cup XXIX/2022, Hendra Darmawan di Jakarta, Jumat (17/6/2022). 

Penyelenggaraan Turnamen Tenis Meja Singgih Cup XIX/2022 ini bukan hanya menunjukkan begitu besarnya minat masyarakat Indonesia terhadap olahraga tenis meja. Tetapi, kata Hendra, panggilan akrabnya, jumlah pesertanya akan tercatat di dalam rekor Museum Rèkot Indonesia (MURI). 

Tercatat sebanyak 1.150 atlet tenis meja dari 20 Provinsi sudah terdaftar untuk memperebutkan tempat terbaik di kelompok pemula, kadet, junior, predator, akar rumput, exsekutive, dan non Pekan Olahraga Nasional (PON). 

"Dulu di Turnamen Tenis Gudang Garam tahun 2002 dengan 850 atlet tercatat di rekor MURI. Kini, rekor itu telah terpecahkan di Singgih Cup XIX/2022 dengan 1.150 atlet tenis meja," jelasnya. 

Tujuan lain event yang memperebutkan total hadiah senilai Rp100 juta ini, kata Hendra, untuk menjaga agar minta generasi muda tetap tumbuh sekaligus mengingatkan bahwa prestasi atlet tenis meja Indonesia yang pernah merajai di kawasan Asia Tenggara dan menembus Olimpiade. 

"Atlet tenis meja Indonesia itu pernah merajai kawasan Asia Tenggara dan menembus Olimpiade. Semua itu tinggal kenangan. Tenis meja tidak dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) dan tidak ada atlet tenis meja Indonesia tampil di SEA Games 2019 Filipina dan SEA Games 2021 Vietnam," tegasnya.  

"Saya ini hanya pecinta tenis meja yang ingin memberikan wadah bagi atlet tenis meja di tengah minimnya kompetisi. Melalui event ini kita jaga terus generasi tenis meja Indonesia. Ke depan, kita tidak lagi kesulitan mencari bibit-bibit potensial saat organisasi tenis meja kembali bersatu," timpal mantan Direktur Sirkuit Liga Utama (Silatama), Singgih Yehizkeil.

Sebanyak 1.150 peserta itu berasal dari Jawa Barat (97 Perkumpulan Tenis Meja/PTM),  Jawa Tengah (3 PTM), Jawa Tumur (1 PTM), DKI Jakarra (57 PTM), Banten (1 PTM), Daerah Istimewa Yogyakarta (1 PTM), Lampung (1 PTM), Sumatera Selatan (2 PTM), Sumatera Barat (1 PTM), Sumatera Utara (1 PTM), Kalimantan Timur (2 PTM), Kalimantan Barat (1 PTM), Kalimantan Utara (1 PTM), Sulawesi Selatan (2 PTM), Sulawesi Utara (2 PTM), Bali (1 PTM),  Nusa Tenggara Timur (1 PTM), Nusa Tenggara Barat (1 PTM), dan Papua (1 PTM).  ***

wwwwww